Rakata Team Membuat Mobil Paling Irit

SEMA 2014 filipin.
Sumber :
  • http://rakatateam.com/

VoxPopnews - Pertumbuhan jumlah penduduk dapat dipastikan berbanding lurus dengan peningkatan konsumsi energi dunia. Bahkan menurut Badan Energi Dunia (International Energy Agency/IEA), permintaan energi dunia meningkat sebesar 45% atau rata-rata 1,6% per tahun, hingga tahun 2030.

img_title Sedang Berlangsung! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Vietnam di Piala AFF 2026

Sayangnya, demand yang besar ini tidak diimbangi dengan suplai bahan bakar fosil yang memadai. Melihat prediksi tersebut, ditambah dengan dukungan fakta energi dunia saat ini, para ilmuwan dan akademisi dunia bekerja untuk menemukan sumber energi yang renewable serta ecofriendly.

Indonesia, negara dengan ribuan pulau ini ternyata menyimpan jutaan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT). Menurut Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dalam acara Focus Group Discussion tentang Supply-Demand Energi Baru Terbarukan, potensi EBT Indonesia antara lain mini/micro hydro sebesar 450 MW, biomassa 50 GW, energi surya 4,80 kWh/m2/hari, energi angin 3-6 m/det, dan energi nuklir 3 GW.

Salah satu potensi EBT yang dimiliki oleh Indonesia adalah Bioethanol. Bioethanol adalah bahan bakar alternatif yang diolah dari tumbuhan dengan cara fermentasi. Bioethanol, yang terbuat dari ubi kayu, ubi jalar, jagung, dan sagu, ini sangat potensial karena bahan bakunya merupakan jenis tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia dan sudah dikenal masyarakat luas.

img_title Punya Komoditas Unggulan, Prabowo Yakini Sinergi RI-Thailand Bisa Perkuat Ekonomi ASEAN

Selain bisa mengurangi kebutuhan akan BBM premium, penggunaan Bioethanol, yang mengandung 35% oksigen,ini juga bisa membantu mengurangi efek gas rumah kaca karena kandungan oksigennya meningkatkan efisiensi pembakaran. Keunggulan Bioetanol lainnya adalah bersifat ramah lingkungan karena gas buangnya rendah, mudah terurai, dan aman.

Walaupun begitu, masih banyak hal yang menghambat pemanfaatan Bioethanol di Indonesia. Rencana pengembangan lahan untuk tanaman penghasil bahan baku Bioethanol oleh pemerintah belum sejalan dengan rencana pengembangan Bioethanol di sektor energi.

Rencana pemerintah tentang pengembangan energi Bioethanol ini juga belum selaras dengan rencana pelaku bisnis dan juga pengelola lahan pertanian. Selain itu, hambatan pemanfaatan Bioethanol juga berasal dari ketidakpastian risiko investasi dan belum terbentuknya rantai tata niaga bioethanol.

img_title Gegara Ajak Anak Dibawah Umur Promosikan Liquid Vape, Bigmo Kembali Berurusan dengan Polisi

Lalu solusinya? Beberapa solusinya adalah perlu adanya penyusunan agenda bersama antara semua pihak yang terkait agar program-program yang dicanangkan dapat padu dan terintegrasi dengan baik. Program-program yang tersusun pun sebaiknya dibuat dalam bentuk sebuah standar agar dapat dipakai oleh stakeholder-stakeholder di masa mendatang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut