Badak itu Temanku
- U-Report
Ia terus berlari, ia takut ibu badak terlanjur mati. Saat sampai di tempat orang pintar ia segera mengoceh tiada henti. Hanya sedikit yang ia ingat setelah itu, sekumpulan orang menginterogasinya dan beberapa pria berseragam segera berlari ke hutan, sang anak diminta mengantarkan. Setelah semua urusannya selesai, anak itu bermaksud pamit, tapi langkahnya dihentikan oleh seorang bapak yang rambutnya sudah putih semua.
Hatinya berdebar, dia lupa bahwa ia masih memegang senapan. Bapak itu bertanya, darimana ia tahu keberadaan badak tersebut. Bocah itu menggeleng bingung dan berkata, "Aku hanya tahu ia di sana, mereka temanku sedari kecil."
Bapak itu tersenyum dan berkata, "Itu namanya intuisi, kami butuh orang seperti kamu sebanyak mungkin, tanda tangan dikertas ini dan kamu akan jadi bagian dari kami," jawa bapak itu sambil menyodorkan kertas berisi tulisan dengan judul tulisan "kontrak kerja". Bocah itu bingung, tapi dia langsung tersenyum dan meraih kertas itu saat sang bapak berkata, "Tanda tanganlah, dan ayahmu akan kami rawat sampai beliau sembuh". (Cerita ini dikirim oleh Shafia Zahra)
