Lestarikan Hewan Badak dari Sekarang
- U-Report
Memiliki indra pendengaran dan penciuman yang sangat tajam. Mencapai usia di atas 40 tahun Walaupun termasuk hewan herbivora, badak adalah hewan yang sangat berbahaya bagi manusia.
Cula badak berbeda dengan tanduk yang terdiri dari tulang, cula badak hanya terdiri dari keratin. Cula badak ini banyak dicari dan diburu orang untuk digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional Cina yang dipercaya memiliki kemampuan penyembuh penyakit demam, dan efek afrodisiak.
Menurut laporan yang dibuat IUCN pada Hari Badak Sedunia pada 22 September 2015 lalu, Spesies Badak Sumatera diperkirakan kurang dari 100 ekor. Jika hal ini dibiarkan maka dalam waktu dekat Badak Sumatera akan masuk katagori punah. Spesies ini masuk dalam daftar merah IUCN sejak tahun 2008. Dalam rangka untuk menyelamatkan badak terutama Badak Sumatera (Dicerorhinus Sumatrensis) dari kepunahan, maka diperlukan kawasan lindung baru tempat badak bisa berkembang biak dengan baik.
Hal ini dimaksudkan supaya badak cepat mereproduksi secara maksimal dengan baik serta terlindungi dari pemburu-pemburu liar serta memaksimalkan perlidungan keamanan bagi keberadaan badak. Badak akan menjadi hewan punah karena sedikit sekali populasi mereka di alam liar dikarenakan badak betina dan badak jantan jarang bertemu di habitat asli mereka.
Untuk melestarikan badak dari kepunahan, pada bulan April 2013, Dalam Crisis Summit Rhino Sumatera di Singapura, Para ahli badak memutuskan empat strategi yang dapat dilakukan untuk menyelamtkan badak dari kepunahan.
Strategi pertama adalah mengelola sisa badak yang ada dari tiga populasi yang berbeda menjadi satu meta populasi dengan tujuan menciptakan zone managemen yang lebih intensif. Strategi kedua menangkap badak-badak di alam liar dan membawa mereka ke dalam wilayah aman. Agar mereka lebih cepat mereproduksi dengan baik.
Strategi ketiga merekomendasikan pembentukan Unit Rhino Protection, termasuk mempersenjatai pihak keamanan perlindungan badak serta memperbanyak jumlah keamanan di tempat perlindungan badak. Strategi keempat adalah meningkatkan program penangkaran yang telah dimulai sejak tahun 1985 serta menggunakan teknologi modern yang dapat membantu inseminasi buatan dan fertilisasi in vito.
Hal ini perlu dilakukan dengan harapan lebih meningkatkan keberhasilan di tempat penangkaran. Untuk mencegah pemburuan cula badak, banyak di berbagai kawasan perlindungan badak dibius dan cula badak dibuang dari tubuh badak.
