Rumah Nyaman untuk Badak, Tanggung Jawab Bersama

Kelahiran Badak Sumatra
Sumber :
  • ANTARA/ M Agung Rajasa

Selama ini upaya konservasi dan perlindungan Badak Jawa terpusat di TNUK. Hanya saja, letak TNUK di ujung barat Pulau Jawa, yang berdekatan dengan Gunung Krakatau, berpotensi dilanda bencana gempa, tsunami, meletusnya gunung berapi sewaktu-waktu.

img_title Belajar Mengulik Kuliner dari Pak Bondan

Wajah TNUK yang berupa hutan hujan tropis dataran rendah, juga berpotensi dilanda kebakaran hutan yang dapat mengancam keberlangsungan konservasi Badak Jawa. Karena itu, patut dipertimbangkan pembagian tugas penanganan pelestarian Badak Jawa kepada cagar alam atau taman nasional lain. Salah satunya melalui upaya translokasi, yakni pemindahan keseluruhan atau sebagian hewan dari habitat asal ke habitat baru. 

Dengan metode translokasi, nantinya akan tercipta ‘kantong-kantong’ pelestarian badak yang baru, sehingga ancaman kepunahan lokal akibat kondisi geografis bisa diminimalisir. Hanya saja, proyek translokasi tersebut masih dalam tahap pengkajian, diantaranya soal mekanisme dan daerah sasaran translokasi.

img_title Klenteng Hok Tek Tong Penyelamat Eddy

Hasil riset sementara WWF sendiri mengidentifikasi Taman Nasional Halimun yang terletak di Gunung Salak, merupakan habitat yang cocok untuk dihuni Badak Jawa dan letaknya tak begitu jauh dari Ujung Kulon. Namun, tak tertutup kemungkinan ada cagar alam/taman nasional lain yang juga aman ditempati badak bercula satu. Mari kita tunggu, hasil riset WWF berikutnya.

Badak Jawa merupakan aset penting bangsa Indonesia, yang harus dipertahankan keberadaannya demi keseimbangan alam pertiwi. Penyelamatan, perlindungan, dan pelestarian Badak Jawa, serta hewan langka lainnya, bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah dan organisasi pemerhati satwa, melainkan tanggung jawab bersama.

img_title Takut Jalanan Rusak Warga Demo Galian C di Sungai Pemali

Hal ini karena melibatkan juga institusi pendidikan, swasta, dan masyarakat umum/awam. Bila pemerintah telah berperan serta dalam penetapan Undang-Undang atau peraturan seputar pengelolaan sumber daya hayati, pihak lain tak kalah penting perannya.

Pihak swasta (melalui CSR), institusi pendidikan dan organisasi pemerhati satwa/LSM misalnya, dapat bekerja sama mengelola tempat penelitian, pemeliharaan, perlindungan, dan pengembangbiakan Badak Jawa, katakanlah berupa Rhinoceros Sondaicus Sanctuary (RSS).

Sementara itu, masyarakat awam dapat mengambil peran sebagai pengadopsi Badak Jawa via program Rhino Care-nya WWF. Sebagaimana dijelaskan di website WWF Indonesia, program Rhino Care mempunyai sejumlah paket adopsi Badak Jawa. Paket adopsi yang berupa donasi ini, beragam nilainya mulai dari basic, yaitu donasi Rp250 ribu hingga platinum Rp 100 juta. Masyarakat yang berdonasi tugasnya sebatas ‘orang tua angkat’, sedangkan pengurusan hewan tersebut tetap dilakukan oleh kalangan profesional. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut