Perjuangan yang Berakhir Bahagia
Kamis, 26 November 2015 - 10:36 WIB
Sumber :
- Pixabay
Baca Juga
Aku menangis, mama dan papa memeluk dan menciumku sambil berkata, “jaga kesehatan ya, jadi anak yang baik di sini, mama dan papa sayang kamu”. Aku hanya bisa mengangguk karena aku tak bisa berkata lagi. Akhirnya aku pun sendiri. Dengan berjalannya waktu, aku semakin memiliki banyak teman, tapi tetap saja tidak ada yang bisa menggantikan posisi mereka disampingku.
Baca Juga
Dan akhirnya Ramadhan pun datang, semua menyambutnya dengan sangat gembira dan penuh dengan senyuman. Tapi aku belum sangat terbiasa dengan kondisi seperti ini, tanpa kehadiran keluargaku di sini. Mau tak mau aku harus menjalaninya.
Tapi, pada suatu hari aku membuka handphone yang selama ini tak pernah ku sentuh karena kesibukanku di asrama, ternyata mamaku mengirim pesan kepadaku dan ini isinya, “Assalamu’alaikum, Ica gimana kabarnya? Sehatkan? Mama, papa, dan Sarah kangen sama Ica. Biasanya kita sahur bareng dan buka puasa bareng, tapi Ramadhan tahun ini kita enggak bisa puasa bareng-bareng. Mama harap kamu bisa betah di asrama kamu sekarang. Mama, papa, dan Sarah sayang Ica”.
Tidak terasa air mata jatuh satu persatu, aku rindu dengan mereka semua, aku rindu pada kebersamaan kami, canda mereka, tawa mereka dan kelucuan mereka. Tapi dengan kesabaran hati akhirnya kami pun bertemu setelah beberapa bulan tak bertemu. Aku sangat bahagia bisa berkumpul kembali bersama mereka dan aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah mempersatukan kami kembali. Aku masih bisa merasakan rasa hangat berada di sekitar mereka.
Dan kini aku telah lulus, dan sekarang telah bekerja di salah satu perusahaan ternama di Bekasi. Alhamdulillah, aku bisa sukses seperti ini karena support keluargaku terutama mama. Thanks mom for your love and support, I never stop loving you. (Cerita ini dikirim oleh Liza Annisa – Bekasi)
Edu House Rayakan Harlah ke-8
Acara kali ini bertajuk “Discover the Magic on You”.
VoxPop.co.id
10 Agustus 2016
