Spiritualitas di Ruang Rapat Bukan di Tempat Ibadat
- U-Report
Kita akan menemukan sudut pandang yang berbeda dengan berprinsip mengoptimalkan diri sendiri. Tidak memasuki batas demarkasi kehidupan orang lain. Izzah sebagai manusia yang bebas berpikir dan bertindak juga akan menjadi bonus lebih. Inilah nikmat Tuhan yang tidak bisa kita dustakan. Sebagaimana takdir, yang berarti kejadian yang harus kita terima, bukanlah sesuatu yang tiba-tiba datang. Tapi takdir adalah rangkaian peristiwa yang hasilnya menjadi akumulasi peristiwa yang faktanya harus diterima sebagai konsekuensi jam per jam yang kita lakukan.
Saya berpandangan, jika kita konsisten merangkai hidup kita setiap hari bukan hanya hidup sukses dan bahagia di hari tua, tapi juga kita akan mendapatkan spritualitas yang hakiki. Sebagaimana ditulis G. Hendrik, Profesor di University of Colorado dan K. Ludeman, Doktor di bidang Psikologi, mereka menulis buku berjudul Corporate Mystic. Dalam bukunya mereka menegaskan, “Kemungkinan besar kita menemukan para spritualis sejati di ruang-ruang rapat, bukan di tempat-tempat ibadat.” (Tulisan ini dikirim oleh Dede Qodrat Alwajir, Tangerang Selatan)
