Mataku dan Jantungnya
- U-Report
Tapi itu kan kata mereka. Menurutku, mataku adalah sepasang mata terindah yang pernah kulihat. Aku sering bercermin untuk berlama-lama menyelidiki mataku. Berusaha memahami sedikit saja apa yang mereka katakan. Seperti turis menjelajah, dari retina naik ke otak lalu turun ke jantung. Sampai kering mataku karena lama tak berkedip, aku masih tidak mengerti. Jadi kusimpulkan mereka hanya iri. Mereka kan tidak buta. Mataku sangat cantik, kok. Aku hanya tak pernah kalah dalam hidupku. Seorang petarung tangguh. Siapa pun yang bersaing denganku, akhirnya menyerah. Mereka tidak suka itu. Lalu mengada-ada memanfaatkan kalimat bijak mata adalah jendela jiwa. Omong kosong.
Beberapa infotainment pernah mengulas my evil eyes, begitu mereka menyebutnya. Sangat menyebalkan dan membuatku muntah-muntah karena jijik. Kata mereka, kamera tak mampu menangkap betapa mengerikannya mataku. Itulah sebabnya aku bisa bertahan di dunia showbiz. Seandainya sebaliknya, semua pasti sudah memalingkan wajah. Kamera tak mampu menangkap elemen-elemen emosi yang terlepas ke udara seperti pada interaksi langsung. Di kamera, aku perempuan sempurna. Bertemu langsung denganku, aku penyihir durjana.
The truth is, camera loves me and the rest knows nothing but jealousy. Ingin kutuntut mereka, tapi aku sadar itu akan buang-buang waktu saja. I have better things to do, jadwalku penuh. Pendapatku sempat goyah juga. Mungkinkah mereka benar? Penggemarku ribuan. Pemujaan mereka sangat tinggi dan kukira jika agama tak melarang, mereka akan membangun kuil untukku. Tapi semua pemujaan itu hanya melalui media perantara seperti surat, e-mail, telepon, facebook,atau twitter. Mereka yang berhasil bertemu denganku, memandangku sesaat, lalu buru-buru ingin pergi. Semua pemujaan hilang, berganti raut wajah kecewa, bahkan ketakutan.
Tiga tahun yang lalu, berbarengan dengan tahun kelulusanku sebagai sarjana hukum, aku memutuskan untuk mempertebal lapisan bodyguard-ku. Tak ada penggemar yang bisa melewati lapisan terdekat sehingga mereka tak akan pernah bisa bertatapan langsung denganku dari jarak dekat. Ternyata strategi ini membawa keuntungan. Menumbuhkan citra misterius yang membuatku semakin irresistible. I’m not evil, you just don’t have my luck.
