Kebangkitan Komunis antara Gaya Baru dan Modus Lama
- U-Report
Hal tersebut menjadi perbincangan di mana-mana. Bahkan sebagian kalangan mengkhawatirkan PKI akan mendapat angin segar untuk bangkit kembali. Sang kiai yang sederhana, humoris, sekaligus jenius tersebut mendapat perbincangan di publik. Dan yang lebih parahnya lagi, sang kiai dikatakan sebagai pendukung PKI.
Namun, hal tersebut tidak mengubah niat bahkan menjadi semangat untuk terus konsisten melakukan pencabutan terhadap TAP MPRS XXV 1966 karena dianggap melanggar Hak Asasi Manusia dan Konstitusi Negara ini. Menurut Gus Dur ia hanya menjalankan amanat konstitusi yakni UUD yang mengusung kebebasan berekspresi dan berpendapat di depan umum tanpa harus ada perbedaan.
Kurang lebih 16 tahun PKI mati suri di bumi nusantara ini. Namun ironisnya, pada saat ini PKI diisukan akan bangkit kembali dari kesuriannya yang lama. Setiap wilayah telah bermunculan fenomena yang memuat unsur-unsur PKI. Selain simbol-simbol atau atribut berbau lambang partai komunis itu, juga muncul perkumpulan-perkumpulan yang membawa tema komunisme.
Akhir-akhir ini kita juga dikagetkan dengan isu kebangkitan komunisme di dalam lingkaran Presiden Jokowi. Sementara di sisi lain, Ketua Setara Institute, Hendardi menilai bahwa kebangkitan PKI adalah mitos.Terlebih lagi, hal itu sangat tak masuk akal seandainya kegiatan berkebudayaan yang ditujukan untuk mengungkap kebenaran peristiwa melalui film, diskusi, dan kegiatan lainnya justru dianggap sebagai indikator kebangkitan PKI.
Isu kebangkitan PKI seakan-akan merupakan gaya baru sehingga banyak orang sibuk untuk membicarakan hal tersebut. Tapi menurut penulis, hal tersebut merupakan modus lama yang dipakai sebagai peralihan isu dengan tampilan yang baru, untuk mengabaikan kesenjangan sosial di negara ini.
Pemerintah hari ini digerogoti dengan beberapa tuntutan menyikapi persoalan kebangkitan PKI di Indonesia, sehingga mereka pun sibuk mengurusi orang yang beraneka latar belakang dalam menyuarakan penolakan terhadap kebangkitan PKI. Menurut penulis yang harus dipertimbangkan pemerintah adalah masalah kesenjangan sosial, bukan persoalan kebangkitan PKI apalagi organisasi Islam yang ingin mendirikan ideologi khilafah (atau kelompok agresif menurut penulis).
Ketika meneropong kembali sajarah Indonesia, gerakan-gerakan ini dari dulu sudah ada tinggal bagaimana kita perkuat jati diri bangsa kita dari rongrongan ideologi yang mengancam ideologi Pancasila. Menurut hemat penulis, yang akan memecahbelahkan NKRI bukanlah persoalan beberapa oknum yang mengatasnamakan ideologi komunis ataupun khilafah, tapi yang akan memecahbelahkan NKRI adalah persoalan kesenjangan sosial.
