Waspada Ketika Proxy War Mengancam Indonesia
- U-Report
Menyaksikan kerusakan di mana-mana, melukai satu sama lain, hingga merendahkan sesama, membuatku sedih dan kecewa. Bukankah kita sama-sama orang Indonesia? Siapa yang tidak terluka melihat negara dan tanah airnya porak-poranda, rusak oleh ulah orang sendiri? Padahal perjuangan dan pengorbanan para pahlawan sewaktu ingin membebaskan Indonesia dari penjajahan amatlah berat dan sulit. Segala luka dan derita sanggup ditanggung, demi anak cucunya kelak hidup aman dan tenteram.
Tidak rela rasanya jika harus membuat perjuangan para pahlawan kita menjadi sia-sia. Bukankah masih ada Pancasila yang mengokohkan kita, menolak diskriminasi serta menjunjung tinggi kehidupan yang adil dan beradab. "Pancasila adalah the best system, bahkan orang asing mengakui kehebatannya. Mulai dari sila pertama sampai sila kelima, menjadi acuan setiap pengambilan keputusan," ungkap Letkol Aji selaku Komandan Kodim Cilegon dengan rasa bangga.
Kawan, sebagai pemuda harapan bangsa seharusnyalah kita bersatu menjaga dan melestarikan Indonesia, termasuk kehidupan yang ada di dalamnya. Ancaman proxy war dapat ditangkal dengan pikiran jernih, bijak, kritis terhadap hal-hal yang aneh, serta tidak mudah terpengaruh budaya asing maupun arus globalisasi.
Marilah saling mengingatkan bahwa segala kesalahan terletak pada perbuatannya bukan orangnya. Sehingga dapat bersama-sama memperbaiki dan menyelesaikannya secara musyawarah. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sebisa mungkin dijaga dan menjadi pedoman kita dalam hidup di tengah keberagaman. (Tulisan ini dikirim oleh Rathie)
