Suka Mengamuk, Dua Adik-Kakak Dipasung

Ilustrasi/Pemasungan
Sumber :

VoxPop.co.id – Siti Kastiningrum, 33 tahun, dan kakak lelakinya, Bambang Sunaryo, 38 tahun, sungguh malang nasibnya. Sejak tahun 2003, tiga belas tahun lalu, keduanya harus hidup dalam pasungan. Kakinya dirantai, agar tidak bisa ke mana-mana. Mereka penderita sakit jiwa tergolong berat sehingga kerap membahayakan orang-orang di dekatnya. Mereka bahkan suka merusak apapun, milik siapapun, yang bisa diraihnya.

img_title Mengejutkan! 6,7 Persen dari 37 Ribu Warga Jateng Terdeteksi Alami Gangguan Kejiwaan

Kedua kakak beradik ini merupakan penduduk Desa Ngabul-Cemoro, Rt.01/Rw.02, Kecamatan Ngabul, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Awal derita penyakit jiwa mereka tidak atau belum diketahui secara pasti. “Kemungkinan dampak dari kehidupan berat membuat jiwa mereka terguncang. Sebab orang tua mereka tergolong keluarga miskin atau tak mampu,” kata perangkat desa setempat yang tak mau disebut jatidirinya.

Siti Kastiningrum lebih parah kondisi kesehatan jiwanya dibanding kakaknya. Dia paling kerap marah. Orang tua dan saudara-saudaranya sangat ketakutan menghadapi amukannya. Acap disertai dengan merusak benda-benda di dalam rumah. Rantai yang mengikatnya, seringkali dikenakan di kedua kakinya. Maksudnya, jika salah satu rantai putus, masih ada rantai satu lagi.

img_title Tak Lazim, 70 Paku Bersarang di Lambung Pria Indramayu

Bambang Sunaryo yang dianggap tidak begitu parah sakit jiwanya pernah dibawa berobat secara tradisional ke sebuah pondok pesantren di Demak. Beberapa bulan tinggal di pondok itu, Bambang Sunaryo tidak pernah sembuh malah menjadi lumpuh, sama sekali tak bisa berjalan. Sehari-hari cuma bersimpuh duduk. Jika bergerak pun dengan beringsut-ingsut. Pria ini akhirnya dibawa pulang oleh keluarga. Pihak keluarga pesimis dan berkesimpulan kalau Bambang Sunaryo dan Siti Kastiningrum tak dapat disembuhkan dari penyakit jiwanya.

Di rumah sendiri, mereka ditempatkan terpisah. Si kakak berada di bagian belakang luar rumah. Tanpa busana, teronggok begitu saja di atas tanah tanpa atap atau alas apapun. Jika hujan kehujanan dan kalau panas kepanasan. Sedangkan Siti Kastiningrum, menghuni sebuah bilik sempit tanpa pintu di belakang rumah. Lantai bilik itu berupa tanah hitam. Jika hujan, bilik kemasukan air karena tanpa pintu tadi. Keadaan bilik jadi amat lembap dan dingin. Entah apa yang terjadi, mereka selama ini tidak pernah sakit kendati bertahun-tahun menjalani kehidupan sangat tak sehat seperti itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Diduga Jiwanya Terganggu, Ibu Kandung yang Bunuh Bocah 5 Tahun Tertawa saat Diperiksa Polisi
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut