Kenapa Kita Menunggu Malam Lailatul Qadar?
- U-Report
Dari Aisyah, Ia berkata, “Saya bertanya, wahai Rasulullah, bagaimana jika saya dapat mengetahui malam qadar itu, apakah yang sebaiknya kita ucapkan di malam itu?” Jawab Beliau, “Ucapkanlah olehmu, Ya Allah, sesungguhnya Engkau pengampun, suka mengampuni kesalahan, maka ampunilah kesalahanku!” (HR. Bukhari Muslim).
Malam Lailatul Qadar begitu berarti bagi Rasulullah sehingga beliau tidak meminta yang muluk-muluk. Sebuah permintaan yang biasa, namun membawa berkah sepanjang hidup.
Karena itulah malam ini tersembunyi karena manusia akan meminta dengan tamak, dengan pongah, lupa segalanya. Alam saja memberi pertanda bahwa Lailatul Qadar berhak ditunggu. Di malam Lailatul Qadar udara tidak dingin, tidak berawan, tidak panas, dan tidak ada badai. Malaikat akan menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan kekhusyukkan dalam beribadah.
Di pagi hari matahari akan terbit dalam keadaan jernih, teduh seperti tidak ada sinar. Secanggih apapun alat teknologi untuk memprediksi cuaca hari ini tidak akan mampu meramalkan malam seribu bulan ini. Akankah kita termasuk ke dalam bagian yang terpilih? Doa apa yang akan kita panjatkan untuk kehidupan berikutnya nanti? (Tulisan ini dikirim oleh Bairuindra)
