Unik, Sembuhkan Sakit dengan Tepukan

Founder Yayasan Al-Qalam Malaysia, Datuk Seri Baharuddin Abu, tengah mengobati pasien lumpuh.
Sumber :
  • Roslan Salleh

VoxPop.co.id – Pemilik dan pendiri Yayasan Al-Qalam Malaysia, Datuk Seri Baharuddin Abu, 50 tahun, secara resmi mendirikan pusat pengobatan di Jakarta, akhir September lalu. Kantor pertamanya di Tebet, Jakarta Selatan, akan menjadi pusat pengobatan Islami ini.

img_title 578 Pemulung di Bekasi Dapat Layanan Pengobatan Gratis dari IPI dan Relawan Medis

"Kami baru saja mendirikan Yayasan Al-Qalam Nusantara," kata Baharuddin di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baharuddin mengatakan, pendirian pusat pengobatan ini tak lain sebagai bagian dari pengabdiannya pada Nusantara. Sebab, dia mengaku masih keturunan Sunan Gunung Jati dari Cirebon. 

img_title Bakti Sosial Akhir Tahun, Warga Rempang Galang Terima Layanan Pengobatan Gratis dan Pemeriksaan Kesehatan

"Jadi saya masih ada darah Arab dan Sunda," katanya.

Pendirian yayasan ini, menurutnya, betul-betul bagian dari misi kemanusiaan sesama Muslim. "Kami sama sekali tidak mengejar kekayaan maupun polularitas, semua sudah saya dapat di Malaysia," ujar dia.

img_title Ketum TP PKK Tinjau Bakti Sosial Kesehatan dan Pengobatan Gratis di Kabupaten Tangerang

Dia hanya ingin membantu agar orang-orang yang sakit di Jakarta ini bisa beribadah lagi, baik itu menegakkan salat, membaca Alquran, maupun amalan ibadah yang lain.

"Ini kewajiban saya," kata dia.

Metode tepuk-tepuk

Baharuddin mengaku hanya memberi lantaran, sedangkan yang mengobati sejatinya Allah Taala. Sebenarnya dia memiliki kekuatan ini sejak kecil, namun dia tak pernah menggunakannya. 

Dia baru sadar setelah beberapa kali tak sengaja bisa melantarkan penyembuhan orang yang sakit keras. "Saat itu saya masih jadi polisi, ada orang yang kakinya membusuk hampir putus, setelah kami terapi, atas izin Allah dia sembuh," tutur dia, mengenang.

Setelah terkenal bisa mengobati, dia akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari kepolisian pada usia 38.

Sedangkan metode yang digunakan adalah menepuk-nepuk kaki dan sebagian badan pasien. Sebelumnya, pasien diminta wudu terlebih dulu untuk mensucikan dari hadas.

Kemudian, dengan sejumlah bacaan, jari kaki dipencet, lalu badan ditepuk-tepuk. Bagi perempuan, terlebih dulu tangan Baharuddin dibungkus dengan sarung, jadi tak ada sentuhan kulit sama sekali.

Toto, seorang pasien batu ginjal awalnya tak percaya dengan pengobatan ini. Tiga hari seteah terapi, batu itu benar-benar keluar lewat saluran urin. "Batu keluar dan tak sakit," katanya. Tulisan ini dikirim oleh Roslan Salleh.
 

Petugas Puskeswan Kota Tangerang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan hewan

Sepanjang 2025, Kota Tangerang Layani Pengobatan Gratis 4.032 Hewan

Puskeswan DKP Kota Tangerang memberikan layanan pengobatan dan vaksinasi gratis kepada 4.032 hewan sepanjang 2025 sebagai upaya pencegahan penyakit menular.

img_title
VoxPop.co.id
29 Desember 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut