Jika Harga Naik, Apakah Jumlah Perokok Akan Berkurang?

Ilustrasi/Buruh perusahaan rokok
Sumber :
  • U-Report

Berbicara tingkat keberhasilan untuk meminimalisir konsumen rokok, masih tidak memungkinkan. Jika berkaca kepada guyonan Cak Lontong, salah satu komedian nasional. Ia mengatakan cara meminimalisir konsumen rokok lebih baik menutup pabrik korek, ketimbang menutup pabrik rokok. Karena perokok akan merasa bosan merokok jika kesulitan mencari alat untuk menyalakan rokok.

img_title Cukai Naik, Peritel Mulai Naikkan Harga Rokok

Hasil dari target sudah ternilai nihil. Ini saatnya beralih terhadap dampak yang mana titiknya akan berhenti di kata ‘pengangguran’. Kita ketahui bersama pengangguran akan bisa memberikan masalah yang besar terhadap negara ini. Para pengangguran yang ada pada detik ini masih belum bisa dicarikan solusinya, apa lagi bertambah dengan angka yang lumayan besar nantinya.

Jadi, saya kira wacana tentang kenaikan harga rokok untuk mengurangi konsumen terutama pelajar dan kalangan orang bawah bukan langkah yang tepat. Meski saya bukan seorang perokok. Pengangguran yang sering diorasikan sana-sini bahwa merupakan salah satu masalah besar yang dimiliki Indonesia. Namun, dengan mudah jumlah pengangguran akan bertambah jika tetap direalisasikan. Maka dari itu, kita sebagai waraga Indonesia harus berpikir yang jernih untuk mencari solusi yang baik dan bukan menambah masalah. (Tulisan ini dikirim oleh Syahid Mujtahidy, Sumenep)

img_title Rokok Kretek Dorong Kenaikan Harga Perdagangan Grosir Desember 2019
Ilustrasi Rokok

Kenaikan Cukai Rokok Tak Miliki Dampak pada Kesehatan Masyarakat

Alokasi dana cukai dan pajak rokok belum dimanfaatkan dengan benar.

img_title
VoxPop.co.id
18 Februari 2020
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut