Aku Bangga padamu Ibu
Ibuku menjadi panutanku dalam mengaji. Ia selalu menyempatkan waktunya untuk selalu mengaji setelah pulang bekerja. Suara yang merdu, alunan tajwid yang indah didengar, memberikan ketenteraman dan kedamaian untuk istana kecil ini. Tidak lelah memberikan, mengajari, dan menerapkan ilmu-ilmu agama kepada anak-anak tercintanya dengan sabar dan teliti. Membimbing anak-anaknya sesuai syariat Islam.
Ibu yang penuh kasih, selalu memberikan kebahagiaan untuk suami dan anak-anak tercintanya. Senyum indahnya yang mengembang, tawa lepas tanpa beban, selalu ia berikan untuk keluarganya sebagai bentuk bahwa ia adalah seorang wanita serta ibu yang sangat luar biasa mengagumkan. Dan aku sungguh mencintai ibu dan berterima kasih padamu. (Tulisan ini dikirim oleh Syifa Nur Maulidia, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)
