Kisah Sukses Polisi Asal Gunung Kidul Yogyakarta

Aiptu Suratno.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop.co.id – Seorang sosok laki-laki yang bekerja untuk mengabdikan diri kepada nnegara, dialah Bapak Suratno. Seorang polisi lalu lintas yang saya kenal. Sosok kepala rumah tangga yang dikenal ramah dan ringan tangan dalam membantu sesama.

img_title Diadaptasi dari Novel, Serial Sabtu Bersama Bapak Bakal Tayang di 240 Negara

Laki-laki yang lahir pada 48 tahun silam ini mempunyai seorang istri yang hebat dan empat orang anak. Yaitu satu putranya yang telah menikah dan bekerja di salah satu hotel bintang lima di kawasan Jakarta Selatan. Putra kedua yang bekerja sebagai seorang juru masak atau chef, putri ketiga yang masih menempuh pendidikan sarjana di salah satu universitas di Jakarta Selatan, dan yang terakhir putri kecilnya yang masih berumur 3 tahun.

Bapak Suratno, begitulah saya memanggilnya. Dia menceritakan tentang perjalanannya ketika takdir memutuskan dia terlahir dari keluarga sederhana di atas kaki Gunung Kidul daerah Yogyakarta. “Awalnya saya hanya berkata dalam hati bahwa saya ingin jadi polisi, karena saya pikir bisa membuat keluarga saya bangga,” ucapnya.

img_title Pergilah Dinda Cintaku

Bapak Suratno hanya seorang lulusan SMA dan tidak dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. “Sejak saya sekolah SD sudah dibiasakan untuk mandiri, saya juga jualan untuk jajan saya saja,” ujarnya. Kehidupan dia tidak pernah berhenti berjuang dari jualan ketika sekolah dan harus menempuh perjalanan yang sangat jauh karena rumahnya berada di pelosok di bukit Gunung Kidul.

Dia menceritakan tentang bagaimana orang tuanya yang bekerja sebagai petani berjuang bekerja setiap hari demi menyambung hidup dari hari ke hari. Tanpa mengenal lelah orang tuanya mengajarkan untuk selalu percaya Tuhan yang Maha Baik akan melakukan yang terbaik di setiap detik kehidupan yang dijalani. “Iya, terkadang saya ditertawakan oleh tetangga. Katanya mimpi di siang bolong mau jadi polisi.”

img_title Tanggung Jawab dan Rekonsiliasi Masyarakat Lumban Dolok

Pada tahun 1992, takdir mengatakan bahwa saat itu adalah waktu untuknya mewujudkan mimpinya ketika kecil dahulu. Dia berjuang sekuat tenaga untuk menjadi seorang abdi negara dan juga untuk keluarganya. Hingga seiring waktu berjalan, Tuhan pun mencampurkan tangan-Nya ke dalam takdir tersebut. Dan kini dia berhasil menjadi seorang polisi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut