Pengembangan Organisasi di Masa Pandemi: BRI Jalankan BRIVolution 2.0
- vstory
Menerapkan Learning Organization secara Berkelanjutan
Langkah strategis kedua yang dijalankan dalam rangka pengembangan organisasi yang BRI lakukan adalah dengan menerapkan learning organization atau organisasi pembelajaran secara berkelanjutan.
Organisasi pembelajaran sendiri dapat dimaknai sebagai proses anggota organisasi dalam mengembangkan kemampuan dirinya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan melalui proses belajar bersama (Senge, 1990). Sejalan dengan hal tersebut, BRI juga telah menerapkan organisasi pembelajaran dengan hadirnya BRI Corporate University (Corpu).
Kehadiran BRI Corpu juga terus dikembangkan secara berkelanjutan, ditunjukkan dengan hadirnya fitur “Personalized Learning Experience” pada tahun 2021 yang menjadikan konten pembelajaran yang Corpu hadirkan semakin relevan dengan kebutuhan dan aspirasi karier setiap pekerja (Ramdhani, 2021).
Penerapan organisasi pembelajaran melalui skema BRI Corpu tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan organisasi, sebagaimana pendapat Cummings dan Worley (2008) yang menjelaskan bahwasanya organisasi yang berkembang adalah organisasi yang mampu belajar secara efektif.
Mendorong Keterlibatan Pegawai dalam Perubahan
Langkah strategis ketiga yang BRI miliki adalah dengan mendorong keterlibatan aktif dalam diri setiap pegawai untuk turut serta melakukan perubahan. Pelibatan anggota diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih responsif dan lebih tanggap, peningkatan performa yang berkelanjutan, serta menghasilkan keluwesan, komitmen, dan kepuasan anggota yang lebih besar lagi (Cummings & Worley, 2008).
Dalam hal ini, pengembangan organisasi melalui BRIVolution 2.0 juga mendorong keterlibatan pegawai BRI secara menyeluruh dengan dibentuknya slogan “Digital as Our DNA”. Slogan tersebut mendorong terjadinya transformasi budaya melalui adanya pembentukan framework dengan empat prinsip utama, meliputi: I Understand, I See, I Am Capable, dan I Have System.
Prinsip I Understand diterapkan dengan internalisasi corporate values secara mendalam. Kemudian, prinsip I see diwujudkan dengan memastikan karyawan termotivasi untuk menjadi role model satu sama lainnya dan pengangkatan pegawai terbaik secara berkala.
Prinsip ketiga adalah I Am Capable yang dilakukan dengan peningkatan kompetensi dan skill setiap karyawan. Salah satunya dilakukan dengan culture fit test dan social media analytics bagi karyawan baru. Terakhir, prinsip I have system yang merupakan sistem khusus yang dibangun untuk mendukung performa dan meningkatkan work-life balance karyawan, salah satunya melalui aplikasi BRIllian Apps (Hana, 2021)
