Banyak Hal yang Didapat karena Menulis
- vstory
Menulis adalah olahan buah pikir yang terdiri dari berbagai bangunan argumentasi dan data yang di dalamnya tersusun dengan gayanya tersendiri, caranya yang beragam, bahkan warnanya yang berbeda- beda.
Setiap buah pikir akan menjadi hal yang relevan tergantung bagaimana menempatkan posisinya dan setiap posisi akan mampu terbantahkan oleh tulisan lainnya yang lebih menemui pragmatisnya.
Skema ini akan berjalan terus dan berkelanjutan, dengan saling meninggalkan jejaknya, tulisan satu dan yang lainnya akan bergantian menjadi jawaban akan pertanyaan dasar latar belakang sebuah tulisan dibuat, diramu, dan dipublikasikan.
Apakah sudah mampu menjawab sepenuhnya atau belum? Paling tidak apa yang kita sebut dengan kualitas diri, baik bagi agen maupun penikmat kita dapat lihat dari hal ini.
Monumen yang Selalu Hidup
Menulis mampu menjadi monumen yang senantiasa hidup. Buah karya yang sungkan larut dimakan masa, relevansinya mungkin bakal berkurang, tapi keberadaanya tetap akan tetap jika didampingi oleh bingkaian yang rapi. Menjadi usang mungkin bisa jadi, tapi bukti bahwa seseorang pernah mencoba melakukan kerja-kerja kehidupan hadir melalui tulisannya.
Bagi setiap mereka yang akan, sedang atau pernah menulis, bahan yang hendak disiapkan, atribut, sampai hasil akhirnya itulah juga yang menjadi monumen baginya dan bagi yang lainnya.
Tentu tidak perlu ikut lelah memikirkan ke mana perginya tulisannya akan berlabuh, sebab kalaupun tenggelam, paling tidak kalimat yang pernah ia susun akan jadi modal dalam waktu berikutnya, apalagi jika sebuah monumen itu benar-benar disiapkan dan mendapati proporsi yang strategis, tentu yang ada bisa jadi adalah keabadian versi nyata dalam dunia.
Terakhir, menulis adalah wujud syukur atas apa yang telah menjadi bagian dari sebuah perjalanan kehidupan, darinya macam - macam yang bisa dijadikan isinya, bisa kegembiraan, keluh kesah, cita-cita atau justru wasiat belaka.
Semoga kita tidak selalu dimudahkan dalam setiap urusan kita, tapi selalu dikuatkan dan mampu dengan ikhlas menjalani perjalanan ini kita dan sampai pada derajat taqwa.
Semoga Allah meridhoi kita semua, Ihdinas Shirotol Mustaqim. (Muhamad Ikhwan Abdul Asyir, Manajer Program Al Wasath Institute)
