Ayo, Kelola Masker Bekas untuk Mencegah Penularan Covid-19
- vstory
Di antara sampah atau limbah yang meningkat jumlahnya di masa pandemi dan pasca pandemi saat ini adalah limbah masker bekas pakai. Ada beberapa cara dalam mengelola masker yang telah dipakai, agar tidak menjadi media penularan virus, terutama virus covid-19 yang saat ini masih merebak. Tahapan pengelolaan berikut ini dapat mengurangi risiko penularan akibat pembuangan masker bekas pakai:
· Kumpulkan masker bekas pakai pada wadah atau plastik yang aman dan tidak dibuangnya sembarangan
· Lakukan desinfeksi dengan cara rendam masker bekas pada larutan disinfektan/alkohol/klorin/pemutih.
· Rubah bentuk masker sehingga tidak dapat digunakan ulang atau di daur ulang untuk dijual kembali oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
· Buang masker bekas yang telah disterilisasikan dengan desinfektan dan telah dibungkus dalam wadah yang aman ke tempat sampah domestik.
· Jangan lupa mencuci tangan dengan menggunakan sabun pada air mengalir atau megunakan hand sanitizer setelahnya.
Pengelolaan limbah masker dengan mengikuti tahapan-tahapan pengelolaan masker bekas pakai seperti di atas dapat menghidari risiko penularan akibat penyalahgunaan penggunaan masker dan akan meminimalisir potensi penularan virus yang berbahaya ini. Sampah seperti sampah masker. Peran serta masyarakat dalam mengelola sampah seperti sampah masker bekas ini mulai dari rumah tangga sangat diharapkan dalam mengatasi permasalahan sampah yang selama ini masih belum terselesaikan dengan baik.
Penanganan sampah secara keseluruhan diperlukan agar sampah tersebut tidak menimbulkan masalah lingkungan lebih lanjut seperti masalah pencemaran lingkungan, menimbulkan bau yang tidak sedap, mengganggu estetika dan menjadi sarang bibit penyakit yang akan mengganggu kesehatan lingkungan. Ayo cegah penularan virus dan bibit penyakit dari lingkungan sekitar kita dengan menjaga kebersihan dan pola hidup sehat mulai dari diri kita sendiri. (Sandra Madonna, Dosen Teknik Lingkungan Universitas Bakrie)
