Reformasi Mendukung Pemulihan Melalui Regsosek 2022 dan ST2023

Reformasi Mendukung Pemulihan Melalui Regsosek 2022 dan ST2023
Sumber :
  • vstory

VoxPop – Menurut Laporan East Asia and Pacific Economic Update Bank Dunia edisi Oktober 2022, ada tiga faktor yang menjadi ancaman terhadap pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan yakni : a) perlambatan ekonomi global yang kemungkinan akan menekan permintaan akan ekspor barang-barang manufaktur dan komoditas di Kawasan Asia Timur dan Pasifik; b) di saat tingkat inflasi di luar negeri menyebabkan naiknya suku bunga, yang mengakibatkan aliran modal keluar serta depresiasi nilai mata uang di negara-negara Asia Timur dan Pasifik, beban utang yang harus dibayar bertambah; c) beberapa tindakan tertentu yang diambil oleh pemerintah untuk mengendalikan inflasi serta jumlah utang menambah distorsi yang tengah terjadi di pasar pangan, bahan bakar, dan keuangan.

img_title Kepada Prabowo, Anindya Bakrie Tegaskan Kesiapan Dunia Usaha Bantu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Dalam laporan yang sama juga disebutkan berbagai kebijakan untuk melindungi rumah tangga dan perusahaan dari peningkatan biaya-biaya dapat mengaburkan sinyal harga dan melemahkan prospek di jangka lebih panjang, kecuali jika dibuat hanya sementara,  yakni di antaranya : 1) pengendalian harga pangan dan bahan bakar yang didukung oleh subsidi mengurangi tingkat inflasi, akan tetapi mengakibatkan distorsi terhadap pilihan-pilihan yang diambil oleh konsumen maupun produsen; 2) berbagai tindakan untuk mengatasi utang, tanpa adanya tingkat pertumbuhan yang lebih cepat ataupun mobilisasi sumber daya yang lebih luas, dapat mengakibatkan tekanan pada pasar keuangan dan mendistorsi tabungan serta keputusan investasi di seluruh sektor perekonomian.

Berikut tindakan-tindakan yang lebih efisien dapat meringankan beban, dan seiring dengan perubahan (reformasi) terhadap berbagai distorsi kebijakan yang selama ini ada, dapat mendorong pertumbuhan, seperti:

img_title BI Disebut Tak Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Destry: Salah itu, Kami Tetap Konsen

1. Dukungan melalui tranfer dalam pendapatan lebih baik dibandingkan pengaturan harga, karena tidak mengakibatkan distorsi pada pilihan-pilihan dan dapat disasar secara spesifik terhadap mereka yang paling membutuhkan.

2.  Di sektor pangan, pemerintah sebaiknya mengubah focus dari ketahanan pangan yang berpusat pada beras kepada ketahanan gizi dengan mengurangi subsidi serta penghambat perdagangan yang menguntungkan bagi beras, dan oleh karena itu mendorong divesifikasi pangan yang bergizi.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.055 Meski Ekonom Proyeksi Ekonomi RI di Kuartal II-2026 Anjlok

3.  Di sektor bahan bakar, tanggapan dalam bentuk kebijakan sebaiknya dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak akan energi dengan harga terjangkau tanpa menganggu ketahanan dan keberlanjutan energi. Dengan mendorong investasi di bidang energi terbarukan dapat mengurangi paparan terhadap ketidakstabilan harga bahan bakar fosil, dan membantu memenuhi komitmen pengurangan emisi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut