KTT G20 Sukses: Indonesia di Puncak Dunia?
- vstory
Berdasarkan data dari Bank Dunia tahun 2020, PDB per kapita Indonesia hanya sekitar US$3.870 atau setara Rp54,6 juta (kurs kala itu Rp14.000/US$). Di G20, PDB per kapita Indonesia berada di posisi ke-19, satu tingkat di atas India. Di Asia Tenggara pun, PDB per kapita Indonesia berada di posisi kelima di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand. Dengan besaran PDB per kapita tersebut, Indonesia perlu mengejar ketertinggalan dari negara lain.
Selain tertinggal dari produk domestik bruto (PDB) per kapitanya, Indonesia juga tertinggal di bidang teknologi. Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communications Technology/ICT) Indonesia tertinggal dibandingkan negara anggota Group Twenty (G20) lainnya. Indeks yang didapatkan Indonesia pada 2017 sebesar 4,33 poin. Angka ini berada di posisi 114 dunia atau kedua terendah di G20 setelah India.
Dilihat dari kualitas manusianya, Indoneisa juga masih tertinggal. Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) kembali merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) negara-negara di dunia. Indonesia berada di peringkat 114 (skor 0,750) dari total 191 negara pada tahun 2022. Di G20, IPM Indonesia juga berada di posisi terendah, hanya satu tingkat di atas India. IPM merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan kualitas hidup masyarakat di sebuah negara. Untuk mengukur IPM, UNDP menggunakan empat indikator utama, antara lain hidup yang sehat dan umur panjang, angka harapan sekolah, rata-rata lama sekolah, dan pendapatan nasional bruto per kapita.
Kita harus mengakui bahwa kita masih tergolong “ketinggalan” di antara negara anggota G20 dalam membangun ekonomi, teknologi, hingga kualitas manusianya. Akan tetapi kita perlu tetap optimis, karena berbagai capaian dan apresiasi yang telah diraih menujukkan bahwa Indonesia berpeluang besar untuk lebih maju. Bahkan melalui tema “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia mengajak seluruh negara di dunia untuk saling bahu-membahu, mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Berbagai manfaat yang didapat saat Indonesia memegang Presidensi G20 harus dimaknai dengan serius. Presidensi G20 di tengah pandemi membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis. Presidensi G20 di tengah pandemi membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis.
