Merdeka Belajar Menciptakan Guru Berkualitas

ilustrasi proses belajar mengajar
Sumber :
  • vstory

VoxPop – Semenjak pertama kali disampaikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim pada Rapat Koordinasi Bersama Dinas Guru Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jakarta 11 Desember 2019, Merdeka Belajar merupakan hal yang penting bagi penyelenggaraan pendidikan kita, apalagi dalam program ini, pendidikan seakan difokuskan pada perenungan kata "Merdeka" baik dalam belajar maupun mengajar.  

img_title Saatnya Magang Mahasiswa Naik Kelas

Dalam prosesnya yang bertahap hingga episode 24, merdeka belajar sebagai program, bahkan membawa paradigma baru dalam pendidikan kita. Tentu hal ini tak lantas begitu saja hadir, sebab merdeka belajar dimunculkan sebagai kritikan atas pelaksanaan pembelajaran kita yang sebelumnya dianggap cenderung kurang memerdekakan, baik bagi guru maupun siswa. Maka perlunya kebebasaan, untuk melahirkan generasi yang kreatif dan inovatif, merdeka belajar menjadi gagasan besar yang dimuat dalam kebijakan pendidikan kita.

Seperti halnya ungkapan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Keguruan Kementerian Guru, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud ristek) Iwan Syahril, program merdeka belajar merupakan filosofi yang berasal dari pemikiran Ki Hajar Dewantara. Bapak pendidikan Ki Hajar Dewantara melarang adanya paksaan kepada anak didik karena akan mematikan jiwa merdeka serta kreativitasnya.

img_title Revolusi Pendidikan: Guru Penggerak hingga Kepala Sekolah, Wujudkan Perubahan

Merdeka Belajar memberikan kebebasan bagi guru dan siswa untuk menerapkan sistem pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga nantinya turut meningkatkan kualitas sistem guru secara nasional," ungkap Iwan dalam keterangannya,

Hal ini bisa lihat terutama dalam segi pembuat RPP yang lebih efesien, efektif dan terfokus pada siswa. Seorang siswa kini tak lagi menemui hal yang sering kali rumit dan tidak on point, sebab dalam Merdeka Belajar ini proses yang ada memudahkan guru untuk mengkombinasikan rencana pembelajaran dengan gaya mengajar guru.

img_title Kampus Merdeka: Inovasi Pendidikan yang Melahirkan Generasi Siap Bersaing

Yang terpenting adalah 3 komponen inti yaitu Tujuan Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, dan Assesmen. Hal ini juga seperti yang disampaikan Nadiem melalui unggahan di Instagramnya bahwa "Pembelajaran yang berkualitas bukan ditentukan oleh berlembar-lembar RPP, tetapi kemerdekaan guru untuk berkreasi, mengembangkan pendekatan belajar yang memprioritaskan kebutuhan murid.

Hal ini juga diperkuat dengan surat edaran no 14 tahun 2019, dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang lebih efesien, penulisan RPP mampu dilakukan dengan tepat dan tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga, lebih efektif juga untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tentunya yang terakhir adalah bahwa RPP yang ada berorientasi pada siswa dengan penulisan yang mempertimbangkan kesiapan, ketertarikan, dan kebutuhan belajar siswa di kelas. Secara teknis guru dapat tetap menggunakan format RPP yang telah dibuat sebelumnya, atau bisa juga memodifikasi format RPP yang sudah dibuat. Kefleksibelan yang disesuaikan kebutuhan ini merupakan teknis yang yang mampu dikehendaki pada guru sekalian.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut