Munaslub Partai Golkar, Jauh Panggang dari Api

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (Foto:VoxPop)
Sumber :
  • vstory

VoxPop - Awal pekan ini, grup WhatApp di internal Partai Golkar ramai. Ada apa gerangan? Adalah Ridwan Hisjam, politisi senior - anggota Dewan Pakar Partai Golkar, yang menghentak jagat maya lewat pernyataannya soal Munaslub, usai mengikuti rapat internal Dewan Pakar di kediaman Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, Jakarta, Minggu (9/7/2023).

img_title Djakarta Theater Kebakaran Malam-malam, Diduga Dipicu Korsleting!

Ridwan menyitir keputusan rapat Dewan Pakar yang meminta hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar 2019 yang menetapkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi bakal calon presiden (bacapres) dievaluasi.

Dasarnya adalah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digawangi Golkar, PAN dan PPP sudah tak sejalan. PPP sudah memilih Ganjar Pranowo sebagai bakal capres. Sementara Golkar dan PAN belum menentukan arah politiknya.

img_title Gus Ipul Ungkap Nama-nama Calon yang Akan Maju Jadi Ketua Umum PBNU, Ada Menag Nasaruddin Umar

Ia berdalih jika pada akhirnya Airlangga Hartarto tidak diusung sebagai capres, maka keputusannya harus diubah lewat Munaslub.

Sontak berita yang mengutip pernyataan Ridwan Hisjam ini disambut riuh media-media siber arus utama. Mafhum, sebagai 'gadis cantik' Golkar selalu menarik perhatian. Langkahnya selalu dinanti, apalagi di tengah kontestasi pilpres 2024 yang sedang hangat-hangatnya.

Melihat keramaian akibat pernyataan Ridwan Hisjam itu, anggota Dewan Pakar Golkar lainnya yang turut hadir menepis pembicaraan atau usulan soal Munaslub. Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar, Yuddy Chrisnandi tegas menyampaikan bahwa rapat pleno ke-VIII Dewan Pakar tak membahas usulan Munaslub Partai Golkar.

img_title Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Terkendali, 8 dari 12 Titik Api Berhasil Dipadamkan

Yuddy menyampaikan, bahwa Rapat Pleno Dewan Pakar Golkar ke-VIII merekomendasikan 3 poin. Tak ada soal Munaslub. Berikut isinya:

1. Membentuk poros/baru di luar bakal koalisi pencapresan yang sudah ada, sejauh memenuhi Electoral-Presidential. Poros baru ini akan menguntungkan kedudukan dan posisi Partai Golkar, dimana Partai Golkar akan memiliki 'kendaraan politik' dalam Pencapresan. Selain itu, poros baru ini akan membangkitkan moril seluruh Caleg Partai Golkar sebagai pejuang-pejuang partai di garis depan dalam menuju kemenangan Pileg Partai Golkar dalam Pemilu 2024.

2. Sejalan dengan rekomendasi angka (1) di atas, maka Ketua Umum DPP Partai Golkar sebagai Mandataris MUNAS X yaitu, Saudara Airlangga Hartarto mendeklarasikan diri sebagai Calon Presiden dari Partai Golkar, dan sekaligus menentukan pasangan Cawapresnya sesegera mungkin dengan batas waktu selambatnya sebelum bulan Agustus 2023 berakhir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut