5 Poin Penting Kunjungan Jokowi ke Afrika
- vstory
Jokowi mengambil langkah bilateral dengan cepat dengan negara negara Afrika.
Ekspor CPO ke negara-negara Afrika melonjak drastis sepanjang tahun ini.
Melonjaknya ekspor ke Afrika adalah bukti berhasilnya diversifikasi pasar.
Ekspor CPO melonjak secara volume.
Diversifikasi pasar untuk minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) mulai berhasil. Ekspor ke negara-negara Afrika melonjak bahkan ada yang menembus 800% lebih.
Pasar ekspor CPO selama ini sangat terkonsentrasi ke negara Asia seperti China, Pakistan, dan India. Ketiga negara masih menjadi pasar terbesar CPO Indonesia. Namun, negara-negara Afrika kini mampu menjadi pasar potensial bagi Indonesia.
4. Kembali ke nomor 1, Indonesia taat pada system Pencetakan uang menurut IMF dan WB, di mana uang dicetak dalam bentuk debt based system.
Ini merupakan pelaksanaan dari undang undang IRA inflation reduction act sehubungan dengan inflation di USA yang tidak segera turun dengan tinggi nya FED rate akibat dari pelanggaran cetak tunai bank Indonesia sejak December 2021.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di akhir masa jabatannya di 2024 merencanakan melakukan penarikan utang sebesar Rp648,1 triliun. Angka tersebut lebih besar dari pembiayaan utang pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) tahun 2023 yang sebesar Rp406,4 triliun.
Artinya Indonesia segera koreksi langkah utang IMF dan WB tahun ini dan tahun depan secara segera.
5. Indonesia secara cepat mengambil haluan kebijakan pertahanan dengan menandatangani pembelian helicopter Blackhawks, sebelumnya helicopter tercanggih USA ini tidak dapat diekspor ke negara selain NATO. Prabowo Borong 24 Black Hawk Dari AS
Demikian 5 poin penting membaiknya iklim politics economy secara hubungan internasional Indonesia secara cepat diambil langkah bilateral Jokowi sekaligus menyelesaikan kunjungan meeting BRICS di Afrika selatan.
