Jalan Berliku PSN Rempang Eco City, Wujudkan Pembangunan Nasional

Sumber foto : Istimewa (ilustrasi)
Sumber :
  • vstory


Peningkatan lapangan kerja : 
Betapapun, penduduk sejak tahun 2000-an telah keliru memanfaatkan lahan milik negara, untuk mencari manfaat pribadi atau kelompok tertentu. Diyakinkan pemerintah ataupun pengembang yakni PT MEG tak akan serta merta menghilangkan mata pencaharian mereka saat ini juga. Justru mereka dengan tangan yang terbuka, memberi ruang seluas-luasnya bagi warga setempat (khususnya) untuk dapat bergabung menjadi bagian dalam pembangunan PSN Rempang Eco City. Sambil menunggu rencana pembangunan dilaksanakan, nelayan yang biasa melaut, petani dan peternak yang sudah bermukim di kawasan Rempang ini, masih tetap dipersilakan beraktivitas dan bekerja seperti biasa. Dengan catatan, warga berkenan untuk direlokasi dan segera melakukan pendaftaran.

img_title Choking Point Perang Ukraina di Rempang


Mereka yang bersedia, akan diberikan fasilitas berupa hunian sementara di Tanjung Banun dan uang sewa senilai Rp1,2 juta serta biaya hidup sebesar Rp 1,2 juta per jiwa yang langsung akan dibayarkan hingga hunian baru selesai. Nantinya mereka akan memperoleh rumah type 45 senilai Rp120 juta dengan luas tanah maksimal 500m2.


Saat pembangunan dimulai, tentu penyerapan tenaga kerja akan terjadi. Pemerintah berkomitmen, bahwa warga lokal akan diprioritaskan menjadi bagian penting (pekerja) di pabrik-pabrik besar yang akan berinvestesi di Pulau Rempang.

img_title DPR Desak Hukuman Maksimal untuk Kopilot Malaysia Airlines usai Selundupkan 26 Kg Narkoba ke Indonesia


Namun untuk menunjang kapasitas masyarakat, diperlukan peningkatan SDM yang unggul. Untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan, saat ini PT MEG telah melakukan kerjasama dengan beberapa institusi. Satu diantaranya melalui perguruan tinggi UMRAH (Universitas Maritim Raja Ali Haji). Kerjasama ini bertujuan tak lain untuk mempersiapkan generasi muda untuk dapat berpartisi membangun Rempang menjadi kawasan yang maju, seperti negara tetangga, Singapura.


Karena sejak 1971 presiden BJ Habibie juga telah mencanangkan kawasan Batam-Remang-Galang (Barelang) menjadi kota yang dipersiapkan untuk bisa maju seperti Singapura, melalui “Teori Balon”. Singapura disebut sebagai balon pertama, Batam sebagai balon kedua, Rempang sebagai balon ketiga dan Galang sebagai balon ke empat. Dianalogikan jika kegiatan bisnis dan investasi di Singapura sudah memenuhi kapasitas, maka akan dibuka katup balon pertama ke balon kedua, yaitu Batam. Maka bisnis dan investasi akan mengalir ke Batam, jika di Batam sudah mencapai batas maksimal, supaya balon tidak meletus akan kembali dibuka ke katub ketiga di Rempang. Maka kegiatan bisnis akan dibuka melalui katup tersebut hingga ke katup ke tiga di Galang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Remember Fest x Cube Concert: Arah Baru Pertunjukan Musik dan Industri Hiburan di Indonesia
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut