Ramadan, Bulan Menjaga Lisan

pentingnya menjaga lisan selama ramadhan
Sumber :
  • vstory

VoxPop - Menjaga lisan itu penting sebab menjadi hal yang fundamental. Akan berbahaya ketika yang keluar dari mulut seseorang adalah kata-kata mengandung kebohongan, kebencian, celaan dan lain sebagainya. Apalagi kita saat ini tengah menjalankan ibadah puasa. Karena salah satu hal yang harus diperhatikan umat Islam ialah menahan lisan dari sesuatu dapat merusak pahala puasa.

img_title Keutamaan Puasa Arafah, Amalan Sunnah Penghapus Dosa Jelang Idul Adha

Untuk itu, jangan remehkan perkara lisan. Karena dengannya, bisa menjadikan seseorang akan terlihat hina di mata orang lain, Bahkan sekelas ustad pun, apabila tidak mampu menjaga lisannya, maka sama saja. Di dalam Al-Qur'an dijelaskan tentang bahaya bagi yang tidak mampu menjaga lisan dari hujatan, celaan dan cacian.

Tidak pandang dari manapun asalnya. Keturunan siapapun, ketika tidak mampu menjaga lisan, sungguh ia telah melakukan amal tercela dan tidak bisa diikuti perkataannya. Mestinya, orang yang bisa dikatakan sebagai panutan harus benar-benar menunjukkan bahwa ialah panutan, setidaknya bisa menjaga lisannya.

img_title Keutamaan Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah, Amalan Sunnah Penuh Pahala di Bulan Mulia

Sebagaimana dalam surah al-Hujurat ayat 12: Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Oleh karenanya, momen puasa inilah kita diharuskan untuk tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tapi juga hawa nafsu. Termasuk menjaga diri dari nafsu ujaran kebencian. Di bulan ini, kita dilatih, digembleng selama sekitar 30 hari untuk memaksimalkan amalan-amalan yang nantinya berbuah pada ketaqwaan. Dan itu bisa dilakukan  pada bulan Ramadan.

img_title 10 Hari Awal Dzulhijjah: Keistimewaan, Puasa Sunnah, dan Amalan yang Dianjurkan

Mengingat, Ramadan adalah bulan menahan hawa nafsu. Sehingga, diharapkan selepas Ramadan kita sudah terlatih dalam keseharian untuk menanamkan karakter Ramadan. Jangan sampai puasa kita sia-sia. Atau bisa dikatakan hanya mendapat lapar dan haus saja, bahkan menambah dosa, Naudzubillah.

Jagalah lisan dari berdusta, mencaci, dan mengadu domba. Yang terpenting adalah ketika kita mampu mengontrol semua perbuatan itu. Tidak hanya di bulan Ramadan, tapi bulan-bulan lain juga jangan sampai terjerumus. Akhlak mulia dengan menjaga kesantunan telah diajarkan oleh Islam,  termasuk dalam perkataan. Mengapa demikian? Karena lisan ialah sumber keselamatan seorang muslim. Celaan, hinaan, dan saling olok-olok sesama sudah seharusnya dibasmi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut