Keuangan Gen Z dengan E-wallet, Strategi dan Tantangannya

Sumber: Nailah Harnum
Sumber :
  • vstory

VoxPop –  Gen Z adalah generasi yang terlahir di zaman serba modern dan instan. Mulai dari informasi dan teknologi dapat dengan mudah dan cepat dalam mengaksesnya. Gen Z tumbuh di lingkungan dan hidup berdampingan dengan teknologi yang berkembang sangan cepat. Dengan teknologi yang sudah berkembang pesat, di era sekarang sudah tersedia e-wallet yang bisa mempermudah gen Z dalam melakukan transaksi. e-wallet sudah bisa diakses di mana saja, banyak pedagang yang sudah memiliki akses pembayaran melalui e-wallet seperti tukang sayur, pedagang kaki lima, dan warung sembako yang mempermudah gen Z dalam melakukan pembayaran.

img_title Meski KSSK Sebut Sistem Keuangan RI Stabil, Purbaya Tetap Waspadai Potensi Tekanan Global

Teknologi yang sangat berkembang pesat membuat gen Z menjadi menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan. Hadirnya e-wallet yang mempermudah gen Z dalam pembayaran, malah membuat gen Z menjadi boros. Pengeluaran mereka menjadi bengkak, karena mereka lebih mementingkan gengsi untuk memenuhi kepuasannya. Tak heran jika gen Z dikenal sebagai generasi yang memiliki gaya hidup konsumtif atau hedonisme. Di sisi lain, teknologi yang semakin berkembang ini bisa membawa peluang bagi gen Z untuk menambah skill dan pendapatan.

Jika hal ini dibiarkan terus akan merusak finansial di masa depan nanti. Maka dari itu perlu adanya  pengelolaan keuangan yang tepat bagi gen Z agar tidak boros dan mengurangi perilaku konsumtif. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh gen Z agar bisa mengelola keuangan dengan tepat dan bijak

img_title 5 Zodiak yang Kekayaannya Sulit Bertahan Lama, Ini Alasannya

Utamakan kebutuhan bukan keinginan

Sering kali generasi Z lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan. Barang-barang yang sedang tren menjadi sasaran bagi gen Z untuk membelinya. Terkadang barang yang dibeli itu adalah barang-barang yang lucu yang tidak terlalu berguna bagi kebutuhan jangka panjang. Hal tersebut menyebabkan pengeluaran uang lebih banyak karena membeli barang yang tidak dibutuhkan hanya untuk memenuhi gengsinya, maka dari itu perlu adanya pencatatan saat ingin membeli kebutuhan. Kebutuhan yang harus dipenuhi terlebih dahulu adalah kebutuhan primer dan sekunder. Untuk menghindari membeli barang yang tidak terlalu diperlukan sebaiknya dicatat apa saja barang yang benar-benar sedang diperlukan untuk dibeli nanti. sebagai individu harus bisa menahan rasa membeli barang yang diinginkan karena barang yang diinginkan sifatnya hanya untuk memuaskan diri saja.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Hoki Besar Menanti! Tiga Shio Ini Berpeluang Mendulang Kekayaan dan Kesuksesan di Agustus 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut