Keberlanjutan Industri Televisi di Indonesia di Era Multiplatform

Gilang Iskandar-Praktisi Media Televisi
Sumber :
  • Ist

VoxPop –  Industri televisi di Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam era media multiplatform. Kemunculan media baru berbasis digital telah mengubah secara fundamental lanskap media dan model bisnis penyiaran. Tidak hanya merombak pola konsumsi masyarakat, tetapi juga turut menggeser arus pendapatan iklan yang selama ini menjadi tulang punggung finansial bagi lembaga penyiaran konvensional. Dalam konteks ini, keberlanjutan industri televisi memerlukan perhatian serius dari pemerintah, regulator, pelaku industri, serta masyarakat luas.

img_title Penguatan Peran Media Menangkal Hoaks dan Menjaga Ketahanan Informasi

Disrupsi Digital dan Perubahan Lanskap Penyiaran

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai platform media baru seperti YouTube, Netflix, TikTok, dan platform Over-The-Top (OTT) lainnya yang kini menjadi sumber utama konsumsi konten masyarakat. Hal ini mengakibatkan perubahan signifikan dalam preferensi audiens yang kini lebih menyukai konten on demand, interaktif, dan dapat diakses kapan saja melalui perangkat pribadi.

img_title Platform Media dan Ruang Digital Tuntut Gaya Responsif-Humanis dari Jubir Pemerintah

Model bisnis penyiaran tradisional yang bergantung pada iklan dan siaran terjadwal mengalami tekanan hebat. Di tengah arus digitalisasi, televisi menghadapi tantangan dalam mempertahankan pangsa pasar, pangsa pemirsa dan relevansi kontennya, terutama di kalangan generasi muda yang lebih memilih multiplatform.

Perpindahan Belanja Iklan ke Multiplatform Asing

img_title Dikasih AI, TV Bisa Ngobrol dengan AC

Salah satu dampak paling nyata dari disrupsi digital adalah beralihnya belanja iklan dari televisi ke multiplatform. Para pengiklan kini lebih tertarik pada platform yang menawarkan segmentasi audiens yang lebih presisi, pengukuran performa yang transparan, serta jangkauan global. Platform seperti Google dan Meta (Facebook, Instagram) menyerap porsi besar dari total belanja iklan nasional.

Akibatnya, pendapatan industri televisi nasional mengalami penurunan yang signifikan. Menurut laporan Nielsen, proporsi belanja iklan yang mengalir ke televisi menurun dari tahun ke tahun, sedangkan multiplatform justru mengalami lonjakan. Hal ini menciptakan ketimpangan dan mengancam keberlanjutan lembaga penyiaran Indonesia.

Tekanan Ekonomi dan Beban Regulasi

Kondisi ekonomi global dan nasional yang belum stabil turut memperburuk situasi. Di sisi lain, lembaga penyiaran menghadapi berbagai beban regulasi dan kewajiban administratif yang kian memberatkan. Beban biaya dan regulasi penyiaran menjadi faktor yang mengurangi efisiensi dan daya saing.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut