Kisah Imam Al-Ghazali, Termotivasi Ejekan Perampok
- U-Report
Kemudian perampok itu mengembalikan kitab-kitab tersebut kepada Al-Ghazali. Mungkin al-Ghazali selamat, namun ada semacam hentakan psikologis yang masuk pada lubuk hatinya. Peristiwa tersebut membawa pengaruh besar dalam jiwa Al-Ghazali. Sejak peristiwa itulah, Imam Al-Ghazali menjadi rajin menghafal semua kitab-kitabnya karena mengingat ejekan dari perampok tersebut.
Sebagaimana pepatah mengatakan, ambillah ilmu walau dari lubang (pantat) ayam dalam artian memberikan kita sebuah pandangan bahwa tidak selalu yang keluar dari lubang pantat ayam itu kotor, karena telur ayam juga keluar dari lubang tersebut. Demikian pula kisah Imam Al-Ghazali yang mendapat sebuah motivasi besar walaupun awalnya adalah sebuah ejekan yang keluar dari mulut perampok.
Jadikanlah hinaan, celaan, dan ejekan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri. Yang dihina belum tentu hina yang menghina belum tentu mulia. Yang terpenting kita tetap berada pada koridor yang benar, walau banyak kekurangan. Itu tidak akan mengurangi kemuliaan seseorang selagi orang tersebut berada dalam jalan yang lurus sesuai perintah Allah SWT.
(Penulis: Alwi Husein Al Habib?, Ketua Bidang Pemberdayaan Manusia di Center for Democracy and Religious Studies (CDRS) Kota Semarang dan Mahasiswa Jurusan Tafsir Quran di UIN Walisongo Semarang)
