- VoxPop/Ikhwan Yanuar
Presiden RI juga sudah berkunjung ke Rusia pada tahun 2016 di Sochi dan pertemuan yang sangat baik dengan Presiden Vladimir Putin. Kita telah bertukar delegasi. Tahun lalu Menlu Rusia Lavrov datang ke Jakarta kemudian Maret lalu Menlu Retno pergi ke Moskow dalam rangka kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Saya juga ada di sana dan Menlu Retno memiliki pembicaraan yang baik dengan Lavrov.
Kedua negara juga berdialog terkait isu keamanan, pejabat tinggi RI telah berangkat ke Rusia untuk mendiskusikan keamanan regional, kerja sama untuk melawan terorisme. Jadi posisi Indonesia sangat penting. Rusia mengapresiasi posisi Indonesia yang sangat seimbang dalam hubungan internasional. Indonesia juga anggota G20.
Soal kunjungan Presiden Putin ke Indonesia, apakah akan ada kerja sama baru antara kedua negara dalam hal perdagangan alutsista dan kesepakatan ekonomi untuk meningkatkan level kerja sama dua negara?
Sebagai Dubes Rusia untuk Indonesia saya sangat berharap Presiden Putin akan berkunjung ke Indonesia segera. Namun seperti diketahui Presiden Putin baru terpilih kembali dalam Pemilu Maret lalu dengan memenangkan 77 persen suara. Hal ini sebenarnya hasil yang sangat tidak diduga. Putin akan dilantik pada bulan Mei. Jadi segala keputusan terkait kunjungan kenegaraan akan diputuskan setelah pelantikan.
Tentu kedua negara memiliki potensi besar. Seperti diketahui populasi kedua negara kita jika dikombinasikan 400 juta orang. Jumlah perdagangan yang dimiliki kedua negara juga tidak buruk dan menunjukkan tren positif. Tahun lalu meningkat sebesar 25 persen dan itu tentu belum cukup. Kedua negara bisa mengupayakan lebih banyak kerja sama apalagi RI dan Rusia sifatnya saling melengkapi, kita dapat saling bertukar kebutuhan.
![]()
Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Sochi, Rusia, pada 2016. (Foto: Reuters)
Saya optimistis dan saya akan melakukan yang terbaik untuk meningkatkan kerja sama di area berbeda, tidak hanya perdagangan dan investasi, juga dialog politik, namun dalam bidang kemanusiaan, pertukaran budaya. Ada banyak turis dari Rusia datang ke Indonesia dengan jumlah yang terus bertambah.
