Seni dan Budaya Harus Bersih dari Politik
- VoxPop/Muhamad Solihin
Awal terlibat dan menjadi Ketua Umum KSBN karena diminta teman-teman saya. Kebetulan saya adalah pendiri organisasi ini dan komunitas saya banyak di bidang seni. Ada sembilan pendiri dan semuanya minta saya menjadi Ketua Umum KSBN.
KSBN ini organisasi independen atau di bawah kementerian?
KSBN adalah organisasi independen, jembatan masyarakat, bukan dibuat pemerintah tapi merupakan mitra pemerintah. Kami beberapa kali kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pariwisata.
Misalnya, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada akhir tahun lalu, kami melakukan konsolidasi dengan pemerintah, mengundang Dirjen Kebudayaan, Menteri Pariwisata, dan Menteri Dalam Negeri untuk berbicara dan minta pengarahan supaya punya pemahaman yang sama dan sejalan mengenai seni dan budaya Indonesia. Sebagai mitra pemerintah, kami mendukung kebijakan pemerintah.
Lalu apa program utama KSBN?
Sesuai namanya, melestarikan dan mengenalkan seni dan budaya Indonesia. Makanya tahun 2017 lalu, saya ke Romania, lanjut ke Amerika Serikat, pada 2018 ke Mesir dan November 2018 ke Abu Dhabi, kemudian tahun depan ke Maroko, Aljazair, Belgia untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia melalui duta besar setempat. Kedutaan besar setempat akan mengundang masyarakat internasional di negara itu untuk datang menyaksikan seni dan budaya Indonesia.
Seni dan budaya yang ditampilkan dari Sabang sampai Merauke. Tiap datang ke negara tertentu, kami menampilkan seni dan budaya yang berbeda-beda karena kan nusantara dan KSBN itu Komite Seni Budaya Nusantara, sehingga kami harus memberikan kesempatan yang sama kepada semuanya yang siap dan sanggup menampilkan seni dan budaya mereka ke kancah dunia.
Waktu di Mesir, kebudayaan pertama yang ditampilkan dari Aceh, (kebudayaan) kedua dari Kalimantan Timur, lalu Jawa Timur. September nanti, kebudayaan Papua akan kembali tampil di Mesir. Dan yang disukai masyarakat internasional dari seni dan budaya Indonesia adalah seni tarinya, musik dan alat musiknya. Mereka suka gerakan tari yang cepat dan dinamis. Kalau alat musiknya, waktu saya ke Amerika membawa angklung, mereka menyukainya.
Selain itu, busana tradisional yang dikenakan atau dibawa untuk ditampilkan juga disukai. Batik misalnya. Untuk pakaian laku sekali karena unik dan bagus. Kalau benda seni sekarang belum, tapi kalau mereka berminat, nanti akan kami jual.
