Seni dan Budaya Harus Bersih dari Politik
- VoxPop/Muhamad Solihin
Berapa orang yang dibawa ke luar negeri untuk tampil dalam pagelaran seni dan budaya?
Setiap ke satu negara bawa 15-20 orang (selama seminggu). Kami menampilkan tarian, musik, fesyen dan workshop. Pesertanya kami seleksi dahulu. Saya ada tim untuk menyeleksi. Komunitas yang mengajukan, nanti kami seleksi dan yang lolos akan ikut tampil di luar negeri.
KSBN memberikan keringanan selama di negara itu, seperti menginap di hotel, makan, minum, transportasi, bebas semuanya, tidak bayar sama sekali. Itu dibayar kedutaan besar setempat. Kemarin ke Mesir, mereka yang bayar melalui kedutaan besar. Anggaran besar itu bisa di-create dengan lobi-lobi. Salah satu caranya dengan lobi-lobi lewat kedutaan atau NGO setempat, sehingga beban itu menjadi gratis. Begitu digratiskan, berkurang beban tersebut. Yang memang belum bisa gratis itu beli tiket pesawat.
Bagaimana caranya bisa tampil di luar negeri?
Kami keluar negeri diundang, bukan menjajaki diri. Saya dihubungi mereka. Saya itu terima undangan bertubi-tubi sampai bingung memilihnya. Banyak negara yang mengundang, sehingga untuk memilih dan memutuskan negara mana yang didatangi, kami melakukan dialog. Untuk tampil di suatu negara pun persiapannya sekitar 3-6 bulan.
Mereka mengundang kami karena saya punya jaringan kuat. Saya sudah punya jaringan internasional selama 20 tahun. Saya mantan Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki). Saya juga mantan Presiden Karate Asia Tenggara (SEAKF), saya mantan Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Darat (Aspam Kasad). Saya sudah pernah masuk di badan intelijen dunia, Amerika, Jerman, Prancis, Chile, sehingga jaringan saya kuat di semua negara.
Jaringan yang kuat membantu saya dan KSBN membawa seni dan budaya Indonesia ke luar negeri. Setahun, ada empat negara yang kami datangi karena diundang untuk tampil. Target tahun 2019, ada delapan negara. Sebenarnya ada beberapa negara yang diprioritaskan tetapi dinamika dan dialog yang menentukan.
![]()
Kegiatan KSBN di dalam negeri sendiri bagaimana?
Kegiatan komunitas di daerah macam-macam, di antaranya menggelar tari-tarian, musik tradisional, workshop seperti membatik. Kalau di pusat, kami rutin tampil di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), TMII, Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata. Komunitas kami tiap bulan tampil, tapi ganti-ganti orang. Misalnya untuk main wayang, satu kali event bisa 150 orang yang tampil.
