HSBC: Perusahaan Indonesia Paling Optimistis terhadap Prospek Bisnis
- ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Selain itu, Navigator menunjukkan bahwa para pengambil keputusan dari perusahaan Indonesia optimistis terhadap prospek jangka pendek, menengah, dan panjang. Responden dari negara kepulauan memiliki prospek positif untuk tahun depan, juga untuk lima tahun ke depan.
"Mereka juga lebih optimis tentang pertumbuhan mereka dalam 12 bulan terakhir, level yang jauh di atas rata-rata global,” tutur Anurag.
"HSBC Navigator: Now, Next and How” juga menyebut tahun depan, lebih dari setengah bisnis yang disurvei (54 persen) memperkirakan penjualan mereka tumbuh 15 persen atau lebih. Perkiraan ini jauh lebih tinggi dibanding rata-rata global (22 persen) dan Asia Pasifik (19 persen).
Bisnis Indonesia disebut yang paling optimistis di 35 pasar. Bangladesh adalah yang terdekat, dengan 50 persen perusahaan di negara itu mengharapkan pertumbuhan penjualan 15 persen atau lebih.
Dalam jangka waktu lima tahun, proporsi bisnis di Indonesia yang mengharapkan penjualan tumbuh 15 persen atau lebih mencapai 61 persen.
Menavigasi Perlawanan Arus Global
Hasil survei HSBC juga mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia yang diperkirakan bertumbuh dalam waktu dekat atau tahun depan, kemungkinan akan didorong oleh gabungan peningkatan fokus pada keberlanjutan, serta pemasok (supplier) dan bahan baku (raw materials) berkualitas tinggi.
Semua itu disokong oleh tenaga kerja yang terampil untuk meningkatkan produktivitas dan pengembangan bisnis dengan pembukaan pasar baru dan pengenalan produk atau layanan baru.
Indonesia sebagai negara terpadat keempat di dunia, telah menjadi ekonomi dengan pertumbuhan pesat selama kurang lebih satu dekade terakhir. Pertumbuhan setiap tahunannya mencapai sekitar 5 persen sejak 2015.
Para pembuat keputusan dalam perusahaan yang disurvei percaya bahwa tahun depan sepertinya masih menjadi tahun pertumbuhan bagi Indonesia. Hal itu karena kebijakan ekonomi makro yang bijak dengan memegang prinsip keberhati-hatian (prudent) semakin memperkuat konsumsi domestik dan masuknya aliran investasi.
"Melawan arus global sepertinya terdengar ambisius, tetapi masa depan di depan mata terlihat cerah,” ujar Dandy Pandi, country head, Global Trade and Receivable Finance, PT Bank HSBC Indonesia.
Strategi utama bagi bisnis di Indonesia, Dandy melanjutkan, untuk menghadapi ancaman bisnis yang mungkin terjadi, difokuskan pada peningkatan portofolio melalui berbagai cara. Hampir setengah (48 persen) dari perusahaan yang disurvei menyebutkan bahwa mereka meningkatkan kualitas produk atau layanan.
