Rachmat Gobel Ungkap Jepang Siap Danai Proyek Infrastruktur dan Rumah
- Istimewa
“Ada peluang lanjutan investasi Jepang di Indonesia, apalagi jika dibarengi dengan fasilitas atau insentif untuk kemudahan investasi,” kata Sasaki dalam pertemuan yang juga dihadiri Presiden Direktur JETRO Jakarta, Keishi Suzuki.
Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Keidanren Kebijakan dan Aksi, Fumiya Kokubu dan Wakil Ketua Bidang Komite Ekonomi Jepang – Indonesia, Ken Kobayashi. Keduanya mengatakan, hubungan kedua negara harus semakin erat, karena Indonesia adalah mitra ekonomi yang sangat strategis.
Sementara itu, CEO JBIC, Tadashi Maeda mengatakan, JBIC saat ini tengah membahas kemungkinan pembentukan sovereign wealth fund (SWF) yang bisa digunakan untuk membiayai berbagai proyek di Indonesia, seperti pembangunan infrastruktur dan perumahan. “Skema yang sama juga diterapkan pada investasi di Uni Emirat Arab," kata Maeda.
SWF merupakan lembaga finansial yang dimiliki negara untuk mengumpulkan dana publik dan menginvestasikannya ke aset yang lebih luas dan beragam. Kemungkinan, pembentukan SWF ini sudah dibicara dengan Presiden Jokowi dan sejumlah menteri beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, Maeda juga menyampaikan apresiasi dan pujian atas upaya dan inisiatif Rachmat Gobel selama ini dalam meningkatkan kerja sama Indonesia-Jepang, baik melalui Perhimpunan Indonesia-Jepang maupun sebagai Utusan Khusus investasi Indonesia. “Upaya Bapak Rachmat selama ini begitu mendalam dan melekat di hati masyarakat Jepang,” kata Maeda.
Kunjungan muhibah Rachmat dan rombongan membawa tiga isu utama, yaitu lingkungan hidup, pertanian, dan UMKM. Dalam berbagai pertemuan, ia menjelaskan, berbagai peluang kerja sama di bidang pertanian, perkebunan, tanaman obat herbal (jamu), perikanan, dan UMKM.
Menurut Rachmat, pengembangan UMKM di Jepang merupakan contoh yang baik. Negara ini berhasil mempromosikan UMKM dengan baik, sehingga mempunyai kontribusi besar terhadap ekspor.
“Harapan teman-teman DPR, kerja sama dengan Jepang, diharapkan dapat membantu pengembangan sektor UMKM seperti di bidang pangan, makanan halal dan obat tradisional,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rachmat juga sempat menyinggung potensi industri garam NTT yang kualitasnya salah satu terbaik di dunia. Industri ini berpotensi dikembangkan untuk menjadi babahan baku komestik dan kaca.
