Alasan Investasi China di RI Lebih Perkasa Dibanding Jepang

Ilustrasi bendera China.
Sumber :
  • Pixabay

VoxPop – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah alasan mengapa investasi asal China menjadi yang paling besar saat ini dibanding investasi dari sejumlah negara lain.

img_title Purbaya Pede Ekonomi Sepanjang 2026 Bakal Tumbuh hingga 6 Persen, Begini Strateginya

Bahkan, Bahlil juga membandingkan mengapa investasi Jepang saat ini mengalami penurunan di Indonesia dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Padahal kita ketahui Jepang menjadi salah satu negara yang betah berinvestasi di Indonesia.

Menurut Bahlil, saat ini meningkatnya investasi langsung dari China disebabkan oleh beraninya investor dari negara panda putih itu menyasar sejumlah sektor yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia.

img_title IHSG Dibuka Menghijau Siap Uji Resistance, Wall Street dan Bursa Asia Kompak Menguat

Investasi tersebut tercatat jarang diminati negara lain, salah satunya adalah sektor infrastruktur hilir. Investasi di sektor tersebut dinilai miliki risiko tinggi dan lama pengembalian untungnya.

Kemudian, beraninya investor China dibandingkan negara lain juga karena China tak perlu waktu lama melakukan Feasibility Study dan hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun kemudian mereka membangun pabrik.

img_title 3 HP Murah Rp1 Jutaan dengan Dukungan Update Lebih Panjang, Investasi Cerdas untuk Penggunaan Bertahun-tahun

"Nah ini, kalau kita lihat Jepang itu FS (Feasibility Study) bisa membutuhkan waktu sekitar tiga tahun, maka China cukup butuh waktu 1,5 tahun. Jadi Jepang lama, sehingga Jepang tergesar," ungkap Bahlil, dikutip Kamis 30 Januari 2020.

Data BKPM mencatat pada kuartal IV-2019, realisasi investasi China di Indonesia mencapai US$1,4 miliar, diikuti Hong Kong sebesar US$1,1 miliar, Singapura sebesar US$1,1 miliar, Jepang US$1,1 miliar dan Belanda US$500 juta. 

Adapun realisasi investasi periode kuartal IV-2019 yakni sebesar Rp208,3 triliun, atau meningkat 12 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018.

Dengan capaian tersebut, total realisasi investasi sepanjang tahun 2019 yakni mencapai sebesar Rp809,6 triliun, atau 102,2 persen dari target realisasi investasi 2019 yang ditetapkan Bappenas yang hanya sebesar Rp792 triliun.

Ilustrasi SPBU Pertamina

Harga Pertamax Turun, Pemerintah Dinilai Jaga Keseimbangan Energi dan Investasi

Yulisman menilai penurunan harga Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo jadi sinyal positif pemerintah menjalankan mekanisme penyesuaian harga secara transparan.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut