IHSG Dibuka Menghijau Siap Uji Resistance, Wall Street dan Bursa Asia Kompak Menguat
- VoxPop/Muhamad Solihin
Jakarta, VoxPop – IHSG dibuka menguat 36 poin atau 0,59 persen di level 6.272 pada pembukaan perdagangan Senin, 3 Agustus 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG bakal uji resistance dibayangi koreksi pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpeluang untuk melanjutkan kenaikan ke resistance kuat di 6.300. Namun jika belum kuat untuk break di atas 6.300, IHSG berpotensi terkoreksi lagi," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 3 Agustus 2026.
IHSG
- Antara
Bursa saham Asia melesat pada perdagangan Jumat pekan lalu, mengikuti rally Wall Street setelah laporan kinerja emiten teknologi raksasa meredakan kekhawatiran terhadap prospek investasi di sektor AI.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melesat 4 persen dan Topix meningkat 1,3 persen. Sedangkan di Korea Selatan, indeks KOSPI melonjak 18 persen, dan KOSDAQ melesat 12 persen.
Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,1 persen, Taiex Taiwan menguat 8 persen, dan ASX 200 Australia naik 0,1 persen. Kemudian, FTSE Straits Times melemah 0,8 persen dan FTSE Malay KLCI bertambah 0,3 persen.
Penguatan tersebut disebabkan lonjakan harga saham Microsoft dan Amazon pada perdagangan Wall Street. Kinerja keuangan dan proyeksi kedua perusahaan tersebut menghidupkan kembali optimisme terhadap prospek permintaan AI, sekaligus meredakan kekhawatiran investor mengenai besarnya capex perusahaan teknologi.
Di sisi lain, Volatilitas tinggi di pasar saham Korea Selatan juga mendorong otoritas setempat membatasi sejumlah produk investasi berleverage, yang sebelumnya menyebabkan kerugian besar bagi investor ritel. Di Jepang, BOJ mempertahankan suku bunga acuan tetap pada level 1,00 persen, dengan catatan inflasi inti diperkirakan melampaui target.
"Support IHSG berada di level 6.120-6.200 sementara resist IHSG di rentang 6.270-6.300," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street kompak ditutup menguat pada perdagangan Jumat pekan lalu. Lonjakan saham Amazon setelah membukukan kinerja kuartal II-2026 yang melampaui ekspektasi menjadi penggerak penguatan Wall Street.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,53 persen, S&P 500 menguat 0,7 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 1 persen. Penguatan tersebut disebabkan oleh keraguan investor terhadap komitmen Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam mengendalikan inflasi.
Meski Warsh kembali menegaskan fokus bank sentral untuk menekan inflasi, pernyataannya bahwa ‘tidak ada tongkat ajaib' untuk mengatasi tekanan harga dinilai belum cukup menenangkan pasar.
