Dampak Virus Corona, Pemerintah Harus Sinergi Amankan Primadona Ekspor
- rumahku.com
Namun, saat ini, tidak bisa dipungkiri, kedalaman struktur industri elektronika nasional dan turunannya masih sangat terbatas, sehingga ketergantungan terhadap pasokan komponen dan bahan baku impor masih besar, termasuk dari China.
Jika aktivitas produksi, jalur logistik atau kegiatan bongkar muat di pabrik hingga pelabuhan di China, menurun karena wabah virus Corona, dampaknya akan langsung dirasakan pelaku industri nasional. Lambat laun, pelaku industri akan kehabisan stok materil untuk memproduksi lokal komponen, sehingga tidak bisa membuat produk jadi elektronika.
Karena itu, kata Daniel, yang juga Direktur PT Panasonic Manufacturing Indonesia, melihat pertimbangan situasi yang terjadi di lapangan semakin krusial saat ini, GABEL menilai perlu pemerintah menyiapkan payung antisipasi terhadap kemungkinan pukulan keras terhadap sektor elektronika akibat virus corona. Kebijakan itu minimal mendorong dan membantu pelaku industri elektronika mendapatkan sumber pasokan alternatif dari negara lain selain China, untuk sementara waktu.
“Misalnya dengan memberi insentif, agar pengadaan material bahan baku dan penolong dari negara non-China, hargaya tetap kompetitif. Apakah pengurangan beban biaya logistik, energi, dan sebagainya,” kata dia.
Selain itu, pemerintah seharusnya memanfaatkan kondisi keterdesakan ini sebagai momentum memperkuat struktur industri elektronika, agar memiliki kedalaman. Apakah dengan cara memberikan aturan investasi yang lebih bersaing bagi investor masuk ke Indonesia, daripada ke Vietnam, Thailand, atau Malaysia, untuk pengembangan industri pendukung elektronika misalnya.
“Bisa juga, memberikan keringanan pajak, kepastian pengadaan lahan, dan aturan tenaga kerja, serta mendukung peningkatan produkstivitas sumber daya manusia melalui pengembangan riset dan desain dengan insentif kompensasi pemotongan pajak,” tambah Daniel.
Mengutip data Komisi Kesehatan China yang diinformasikan media dalam negeri maupun internasional, data per Sabtu 22 Februari 2020, korban yang meninggal akibat serangan virus Corona (Covid-19) terus meningkat dan telah mencapai 2.345 orang.
Jumlah terinfeksi 77.661 orang, di mana 76.290 berasal dari China Daratan. Sementara itu, hingga saat ini belum satupun lembaga internasional, termasuk Pemerintah China sekalipun, yang bisa memastikan kapan penyebaran virus ini bisa diatasi.
Melihat perkembangan penyebaran virus Corona yang kian masif, menurut Oki, pemerintah dan pelaku industri dalam negeri harus bersinergi menyiapkan strategi yang efektif untuk mengantisipasi risiko yang akan terjadi. Sebab, jika aktivitas produksi, jalur logistik atau kegiatan bongkar muat di pabrik hingga pelabuhan di China menurun, dampaknya langsung dirasakan pelaku industri nasional.
