Dampak Virus Corona, Pemerintah Harus Sinergi Amankan Primadona Ekspor
- rumahku.com
“Lambat laun, pelaku industri akan kehabisan stok materil untuk memproduksi lokal komponen, sehingga tidak bisa membuat produk jadi elektronika. Jadi, cukup beralasan jika kalangan industriawan di dalam negeri semakin gamang dan khawatir ,jika persoalan virus Corona ini terus berlangsung hingga kuartal pertama, atau bahkan hingga semester satu 2020,” kata Oki.
Kinerja Industri Elektronika Nasional
Data Kementerian Perindustrian maupun Badan Pusat Statistik hingga 2017, investasi sektor industri elektronika mencapai Rp8,34 triliun. Dengan rincian, penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp7,65 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sekitar Rp690 miliar.
Angka ini terus membaik, jika dibandingkan dengan 2016, yang mencapai Rp5,97 triliun dan 2015, sebesar Rp3,51 triliun.
Umumnya, sektor yang mengalami pertumbuhan investasi ini berasal dari subsektor industri televisi, peralatan perekam, consumer electronics, dan peralatan fotografi. Selain itu, terdapat juga industri komponen, antara lain sektor manufaktur untuk baterai dan aki, peralatan lighting elektrik, peralatan elektrotermal rumah tangga, serta domestic appliances
Sementara itu, dari sisi penyerapan tenaga kerja juga tidak dapat dianggap kecil. Mengutip data Kemenperin, total penyerapan tenaga kerja di industri elektronika pada 2017, sebanyak 202 ribu orang. Jumlah tenaga kerja ini meningkat signifikan, jika dibandingkan dengan 2016, yang mencapai 185 ribu dan 2015, sekitar 164 ribu.
Demikian juga, jika merujuk pada data yang sama, sepanjang 2019, ekspor produk industri pengolahan menembus nilai US$126,57 miliar dengan kontribusi 75,5 persen terhadap total ekspor Indonesia sebesar US$167,53 miliar. Sementara itu, nilai ekspor kelompok produk komputer, barang elektronik, dan optik mencapai US$1,1 miliar. Perolehan ekspor di 2019, naik dibanding perolehan 2018, sebesar US$ 1 miliar.
Menurut Daniel, dengan kondisi pasokan material berjalan aman dan lancar dan posisi industri elektronika sebagai salah satu dari lima kelompok manufaktur yang akan menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri generasi keempat di Tanah Air, berarti pemerintah telah dan seharusnya menyiapkan berbagai langkah strategis mendorong peningkatan net ekspor terhadap PDB. Sebab realitanya, PDB Indonesia dalam catatan BPS menunjukkan laju yang stagnan.
“Laju pertumbuhan PDB Industri tahun 2015 mencapai 4,33 persen, tahun 2016 sebesar 4,26 persen, tahun 2017 sebesar 4,29 persen, dan tahun 2018 turun menjadi 4,27 persen,” kata dia.
