Tak Cuma Rugikan Negara, BPK Cium Dampak Ekonomi dari Kasus Jiwasraya

JIwasraya.
Sumber :
  • ANTARA FOTO

VoxPop – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan, kerugian yang disebabkan oleh kasus PT Asuransi Jiwasraya berpotensi lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya. 

img_title IFG Life Laksanakan Amanah Pembayaran Klaim Polis Eks-Jiwasraya, Perkuat Perlindungan Masa Depan

Ketua BPK, Agung Firman Sampurna mengatakan, itu karena kerugian yang dihitung saat ini baru sebatas perhitungan kerugian negara, belum sampai pada perhitungan kerugian ekonomi negara.

"Mengingat besar dan massive nya kasus ini, bersama kejaksaan kami sempat akan membuat rumusan perhitungan kerugian negaranya, bukan kerugian negara tetapi juga kerugian perekonomian negara," kata dia saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.

img_title Eks Dirjen Kemenkeu Isa Rachmatarwata Cuma Divonis 1,5 Tahun, Kejagung Tak Tinggal Diam

Agung mengungkapkan, perhitungan kerugian ekonomi tersebut tidak sempat dilakukan saat ini karena mempertimbangkan aspek-aspek yuridis. Meski begitu, dipastikannya, perhitungan itu tidak serta merta akan batal dilakukan.

"Tidak tertutup kemungkinan apabila penegak hukum akan mendapatkan bukti-bukti yang lebih, ini bisa menjadi bukan sekadar penghitungan kerugian negara tetapi juga terhadap penghitungan kerugian perekonomian negara," ungkap Agung.

img_title Mengukur Kesiapan Industri Asuransi Menghadapi Dinamika Ekonomi 2026

Agung sebelumnya telah menyampaikan, total kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya mencapai Rp16,81 triliun. Terdiri dari kerugian negara akibat investasi saham sebesar Rp4,65 triliun dan kerugian negara akibat investasi di reksa dana Rp12,16 triliun.

Menurut Agung, perhitungan kerugian negara itu terkait dengan salah satu skema di Jiwasraya yang dikenal dengan saving plan. Sehingga perhitungan itu terkait dengan skema saving plan dari 2008 sampai dengan 2018.

"Dampak yang diharapkan dari audit kasus ini adalah perbaikan sistemik yang semakin melindungi masyarakat dari risiko kekurangan dan meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia khususnya investasi dalam instrumen jasa keuangan," tegas Agung.
 

ilustrasi asuransi.

Indonesia Re Lampaui Target Semester I 2026, Hasil Underwriting Bersih Melonjak Meski Klaim Kesehatan Naik

Indonesia Re mencatat kinerja positif pada Semester I 2026. Hasil underwriting bersih mencapai 123% dari target RKAP di tengah tekanan klaim kesehatan.

img_title
VoxPop.co.id
24 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut