Pasar Perumahan Nasional Butuh Relaksasi Kebijakan

Pekerja menyelesaikan proses pembangunan rumah
Sumber :
  • VoxPopnews/Muhamad Solihin

Ali menilai, untuk segmen atas bisa juga diperketat, karena pada dasarnya yang terjadi aksi spekulasi besar-besaran ada di segmen atas, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa di segmen atas pula dapat memberikan dampak bagi pergerakan pasar perumahan pada umumnya. 

img_title Menerawang Efektivitas Perpanjangan Insentif PPN DTP Sektor Perumahan

"Satu lagi hal dirasakan mengganggu cash flow para pengembang menengah sampai bawah adalah kebijakan KPR inden yang mengharuskan pengembang menjual rumah yang sudah jadi," ujarnya.

Dia berharap, Bank Indonesia dapat menjadi stimulus dalam menggerakkan pasar perumahan. Tentunya, relaksasi kebijakan ini bisa dibuat sementara sampai pasar telah pulih sepenuhnya. 

img_title Dijual hingga Rp15 Miliaran, 486 Unit di Cluster Ini Laku dalam 2 Hari

“Dengan kondisi pasar perumahan saat ini, bukan waktunya untuk menekan sektor perumahan dengan aturan yang ketat. Pada saatnya nanti Bank Indonesia pun dapat kembali memperketat aturan ketika pasar sudah pulih,” jelas Ali.

(ren)

img_title Pandemi Bakal Berakhir, Intip Prediksi Colliers di Sektor Properti RI
Program KPR dari BRI Dukung Program Perumahan Nasional

BRI Konsisten Dukung Program Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

BRI memperkuat perannya dalam mendukung program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) dan telah menjangkau 122.838 debitur.

img_title
VoxPop.co.id
26 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut