Produk Baru Marlboro Dijual Rp20 Ribu

Gedung Sampoerna Strategic.
Sumber :
  • Antara/ Reno Esnir

VoxPop.co.id – PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) berencana akan meluncurkan produk baru rokoknya seharga Rp20 ribu per bungkus, di tengah isu wacana kenaikan rokok hingga Rp50 ribu per bungkus.

img_title Lindungi Industri Hasil Tembakau, Pemerintah Didorong Seimbangkan Regulasi

Berdasasrkan keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Sekretaris Perusahaan HMSP, Ike Andriani mengatakan, produk baru tersebut berupa sigaret kretek mesin dengan merek Marlboro Filter Black dalam kemasan yang berisi 20 batang.

"Produk ini dipasarkan di 25 kota terpilih dan mulai minggu ini telah tersedia di outlet-outlet salah satu minimarket," kata Ike Kamis, 1 September 2016.

img_title Kenaikan Harga Rokok per 1 Januari 2025: Dampak terhadap Konsumsi dan Industri

Menurutnya, produk tersebut dibuat oleh perseroan berdasarkan perjanjian lisensi antara perseroan dengan Philip Morris Global Brands, Inc.

Sebagai informasi, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, atau dikenal dengan nama PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) 107.594.221.125 lembar saham, atau 92,5 persen sahamnya dimiliki oleh Philip Morris Indonesia. Sementara itu, 8.723.855.775 lembar saham, atau 7,5 persen sahamnya dimiliki oleh publik.

img_title Cukai Rokok 2025 Tidak Naik, Ekonom: Berdampak Positif ke Industri dan Penerimaan Negara

Berdasarkan profil perusahaan tercatat di BEI, ruang lingkup kegiatan HMSP meliputi distribusi rokok, investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain, jasa ekspedisi dan pergudangan, manufaktur dan perdagangan rokok, pengembangan properti, percetakan, dan industri produk kemasan, perdagangan umum, wisata, dan jasa lapangan golf. (asp)

Ilustrasi rokok (picture-alliance/dpa/APA/H. Fohringer).

Kemasan Rokok Bakal Diseragamkan, Ancaman PHK Massal Muncul!

Rencana standarisasi warna kemasan rokok dinilai berisiko memicu PHK massal. Ekonom menilai kebijakan itu dapat menekan industri hasil tembakau dan investasi.

img_title
VoxPop.co.id
2 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut