Yahoo Sadap Pengguna, Ini Jalan Terbaik untuk Indonesia
- REUTERS/Denis Balibouse
Amerika Serikat sejak 2008 sudah melakukan amandemen pada Foreign Surveillance Act, undang-undang yang mengharuskan korporasi telekomunikasi dan internet untuk membuka akses data pada pemerintah, dalam hal ini aparat intelijen dan keamanan.
Snowden menyebutkan, hal tersebut sebagai program PRISM, yang mana intelijen AS mengumpulkan data sebanyak mungkin bersama negara sekutunya lewat internet.
Sampai sekarang belum diketahui data macam apa yang dicari oleh NSA dan FBI di Yahoo. Usai kabar ini berhembus, raksasa teknologi AS lainnya seperti Microsoft, Google, Twitter dan Facebook mengaku belum pernah mendapatkan permintaan yang sifatnya rahasia tersebut dari pemerintah AS. Mereka sendiri mengaku tidak akan mengikuti bila benar-benar diminta.
(mus)
