Alasan Mengapa Miskin Itu Menderita
- VoxPopnews/Ikhwan Yanuar
VoxPop.co.id – Bila ada seorang teman yang mengatakan pada Anda bahwa uang tidak bisa membeli kebahagiaan, coba tantang dia untuk memberikan uangnya kepada Anda demi membuktikan pernyataannya tersebut. Maukah dia?
Kebahagiaan memang bisa datang dari mana saja. Bisa dari diri sendiri dan tergantung dari pengalaman hidup setiap orang daripada seberapa banyak materi yang dimiliki. Namun fakta-fakta di bawah ini menunjukkan bahwa uang juga memiliki peran penting dalam membuat seseorang bahagia.
Apa sajakah itu? Berikut ini adalah alasan kenapa miskin itu akan memberikan penderitaan bagi kita, seperti di kutip dari laman Cermati.com, Minggu 9 Juli 2017:
1. Lebih mudah depresi
Menurut laporan Gallup (2012), sebuah perusahaan berbasis penelitian dan konsultasi di Amerika, menyatakan bahwa kemiskinan membuat seseorang lebih rentan mengalami masalah kesehatan dan depresi.
Sebanyak 30,9 persen dari keseluruhan orang miskin yang diteliti, pernah didiagnosis mengalami depresi, dibandingkan dengan 15,8 persen yang tidak miskin.
2. Terhambatnya tumbuh kembang anak
PBS merupakan sebuah organisasi non profit di bidang penyiaran yang berada di Amerika melaporkan bila anak yang tumbuh besar dalam kemiskinan maka perkembangan kognitifnya dapat terganggu atau terhambat.
Sementara dalam kasus yang lebih ekstrem, dalam otak anak-anak tersebut terdapat ‘racun stres’ yang menghambat kemampuan berpikir mereka.
3. Sulit mendapat pendidikan layak
Pendidikan merupakan gerbang untuk menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Saat ini terdapat banyak beasiswa hingga tingkat profesor yang tersedia bagi mereka yang cerdas berprestasi tetapi kurang mampu.
Menurut studi yang dilakukan Universitas Virginia, terdapat hubungan antara kebahagiaan dengan meraih gelar sarjana. Peneliti mengatakan bahwa pendidikan tinggi dapat membuat seseorang berkesempatan mendapat kehidupan yang lebih layak, lebih kaya, hidup secara lebih berarti, dan punya kesejahteraan lebih baik.
4. Buruknya kondisi psikologis
Di luar negeri, meminjam uang untuk biaya kuliah adalah hal yang biasa. Sebuah artikel yang dimuat di Jurnal Ilmu Sosial dan Pengobatan mengatakan bahwa mahasiswa yang harus membayar utang biaya kuliah pada saat sudah bekerja cenderung memiliki kondisi psikologis yang lebih buruk dibanding tidak berutang.
