Lima Mal di Bandung Terancam Dijual karena Sepi Pengunjung

Situasi mal yang sepi pengunjung saat masa PPKM di Kota Bandung.
Sumber :
  • ANTARA

VoxPop – Sekitar lima pusat perbelanjaan atau mal di Bandung terancam dijual karena sepi pengunjung pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bandung Raya Handiyanto Lie.

img_title Sengketa Lahan Goa Gong hingga Mau Dijual Rp20 Miliar, Begini Respons Pemkab Pacitan

Dia mengakui salah satunya adalah Mal Ujung Berung Town Square (Ubertos) yang akhir-akhir ini ramai di media sosial akan dijual. Serupa dengan Ubertos, menurutnya, empat mal lainnya yang belum ia sebutkan secara rinci pun akan dijual. Ia mengatakan, kondisi beberapa mal di Bandung kini seperti hidup segan mati tak mau.

"Kira-kira ada lima mal (yang mau dijual), ini yang mesti pemerintah perlu mulai mikirin," kata Handiyanto dilansir dari Antara, Selasa, 24 Agustus 2021.

img_title Heboh, Goa Gong di Pacitan Mau Dijual Rp20 Miliar

Baca juga: Balikpapan-Samarinda Tersambung Tol 97,3 Km, Ini Harapan Jokowi

Sejauh ini, lanjut dia, meski relaksasi telah diberikan bagi mal, pengunjung masih belum meningkat secara signifikan. Padahal mal di Kota Bandung oleh pemerintah kota telah diperbolehkan menerima pengunjung sebesar 50 persen dari total daya tampung.

img_title Game Ini Hadirkan Diskon Besar: Remake Horor Ikonik Kini Jauh Lebih Murah

"Ya rata-rata per hari sekitar 10-15 persen lah, di akhir pekan mungkin 15 persen ya, kalau di mal yang saya kelola BTC Pasteur kunjungannya di bawah 10 persen," kata dia.

Minimnya pengunjung yang datang ke mal itu disebabkan belum dibukanya arena bermain atau tempat hiburan. Sebab, kata dia, orang-orang yang mau berkunjung ke mal itu bukan hanya untuk berbelanja, namun juga untuk mendapatkan hiburan.

"Sebetulnya kita juga sudah berterima kasih telah memberi relaksasi sebesar 50 persen itu, tapi kita minta sekarang juga tidak banyak, kita minta yang tempat hiburan itu juga turut dibuka," katanya.

Karena jika tempat hiburan dibuka, seperti arena bermain anak, arena bermain remaja, bioskop, maka menurutnya tenaga kerja juga akan terserap kembali.

"Contohnya di bioskop itu biasanya punya 30 orang pegawai, kalau bioskop tutup itu 30 orang hilang, sekarang di Bandung ada berapa mal, mungkin sekarang ratusan pekerja bioskop itu jobless," kata Handianto.

Dia pun memastikan sejauh ini protokol kesehatan telah dilakukan secara ketat di seluruh mal di Bandung sesuai anjuran pemerintah. Selain itu, mayoritas pekerja di mal pun telah mengikuti vaksinasi COVID-19 meski baru sebatas dosis pertama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut