Pelabuhan Batam dan Baten Pakai Inaportnet Sepenuhnya pada 2022
- VoxPop/M Ali Wafa
VoxPop – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan menggenjot digitalisasi pelabuhan di Indonesia, termasuk di Banten dan Batam. Penggunaan aplikasi Inaportnet pada Pelabuhan Banten telah diterapkan sejak tahun 2017.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt Mugen Sartoto mengungkapkan, implementasi Inaportnet tahap awal dimulai dari Pelabuhan Ciwandan dan Cigading. Kedua pelabuhan tersebut digawangi oleh dua badan usaha pelabuhan yakni Pelindo dan Krakatau Bandar Samudera.
“Dan pada tahun 2022 pelabuhan Banten berkomitmen untuk melakukan kegiatan oprasionalnya full sistem menggunakan Inaportnet,” ujar Dirlala, dikutip dari keterangannya, Selasa, 16 November 2021.
Dia menjabarkan, implementasi tahap awal ini sudah mulai merambah pelabuhan lain yakni pengusulan Pelabuhan Merak dan Bojonegoro. Dan akan segera disusul dengan Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Kepentingan sendiri (TUKS) di wilayah Banten yang telah mempersiapkan infrastruktur dan kelengkapan pendukung operasionalnya.
Baca juga: Upah Minimum 2022 Naik 1,09%, Menaker: Tunggu Ditetapkan Gubernur
Sebelumnya, KSOP Kelas I Banten telah melakukan digitalisasi Pelabuhan Banten melalui aplikasi KSOP Online. Aplikasi ini mengakomodir kapal-kapal Pelayaran Rakyat serta kapal di bawah 35 GT. Hal ini dilakukan karena digitalisasi dinilai dapat meningkatkan transparansi dalam pelayanan.
“Sehingga tidak terjadi praktik pungutan liar kalau semuanya serba digital. Aplikasi kSOP Online ini mengcover yang belum ada di Inaportnet. Karena sebelumnya, kapal Pelayaran Rakyat dan kapal di bawah 35GT memang tidak terakomodir di Inaportnet, begitu juga pergerakan kapal penyeberangan SPB dan SPOG ditarik PNBP itu bukan per kegiatan tapi 30 hari sekali, dikenakan labuh tambatnya,” ujar Dirlala.
Namun, Dirlala menegaskan saat ini sudah disepakati aplikasi yang digunakan di Pelabuhan Banten hanya Inaportnet, dan kebijakan free zonasi (untuk BUP Pemanduan).
“Operator Kapal dibebaskan memilih BUP pemanduan tidak dibagi-bagi zonasinya sehingga nanti diharapkan data hanya dari satu pintu, Inaaportnet,” ujar Dirlala.
Sementara itu, di Pelabuhan Batam tantangannya pun serupa. Dirlala mengungkapkan bulan Maret lalu di Pelabuhan Batam diluncurkan Batam Logistic Ecosystem (BLE) dengan aplikasi yang terintegrasi adalah BC, BP Batam dan KSOP online.
