Deretan Sanksi Ekonomi Negara Barat ke Rusia Usai Serang Ukraina
- Kremlin Rusia
VoxPop – Sejumlah sanksi ekonomi baru dijatuhkan kepada Rusia oleh beberapa negara Barat, Jepang dan Australia. Sanksi baru itu diberikan karena Presiden Putin memerintahkan pasukannya masuk ke wilayah Ukraina Timur.
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis 24 Februari 2022, tak cuma itu ancaman sanksi lainnya juga telah disiapkan apabila pihak Moskow melanjutkan dan meluncurkan invasi pasukan tempurnya secara habis-habisan ke tetangganya.
Adapun sanksi Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, Australia, Kanada dan Jepang yaitu menargetkan bank dan individu kaya, sementara Jerman akan setop proyek pipa gas besar dari Rusia.
Baca juga: Polisi Tolak Laporan Terhadap Menag Yaqut, Roy Suryo Lakukan Ini
Tindakan tersebut, disertai dengan reposisi pasukan tambahan AS ke negara-negara Baltik di sisi timur NATO yang berbatasan dengan Rusia, usai pasukan Rusia memasuki daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di Ukraina timur.
Selain itu, sanksi juga diberikan setelah Presiden Vladimir Putin mengatakan telah mengakui kemerdekaan Donetsk dan Wilayah separatis Luhansk yang bertentangan dengan tuntutan AS dan Eropa.
Tank-tank milik tentara Rusia di perbatasan Ukraina
- Dailymail (video)
Berikut adalah daftar sanksi yang dijatuhkan terhadap Rusia sejauh ini:
1. Amerika Serikat
Presiden Joe Biden menandatangani perintah eksekutif pada Senin lalu yang menetapkan setiap lembaga di sektor jasa keuangan Rusia menjadi target sanksi lebih lanjut. Dan ini sebagai tahap awal sanksi pada Rusia.
Di mana lebih dari 80 persen transaksi valuta asing harian Rusia dan setengah dari perdagangannya dilakukan dalam dolar AS.
Lalu, Washington memberikan sanksi kepada dua bank milik negara Rusia VEB dan Promsvyazbank. AS juga memblokirnya dari perdagangan utangnya di pasar AS dan Eropa.
Kedua bank Rusia itu dianggap sangat dekat dengan Kremlin dan militer Rusia, dengan aset lebih dari US$80 miliar.
2. Inggris Raya
Pada Selasa lalu, Inggris mengumumkan sanksi terhadap lima bank Rusia dan tiga miliarder Rusia: Gennady Timchenko, Boris Rotenberg dan Igor Rotenberg.
Keluarga Rotenberg adalah pemilik bersama SGM Group, yang membuat infrastruktur minyak dan gas. Timchenko adalah pemilik perusahaan investasi swasta Volga Group.
Sementara, bank-bank tersebut adalah Rossiya Bank, IS Bank, General Bank, Promsvyazbank dan Black Sea Bank. Inggris juga akan menghentikan Rusia dari menjual utang negara di London.
