Percakapan 85 Menit Trump-Putin Terungkap, Bahas Akhir Perang Ukraina

Presiden AS Donald Trump bersama Menhan Pete Hegseth dan Menlu Marco Rubio saat sidang kabinet Rabu, 28/5
Sumber :
  • Reuters

Istanbul, VoxPop - Moskow menyatakan pada Sabtu malam, 4 Juli, Presiden AS Donald Trump "menegaskan kembali kesediaannya" memfasilitasi penyudahan perang di Ukraina.

img_title Prediksi Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

Selain itu juga melakikan pencarian solusi damai selama percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Yury Ushakov selaku ajudan presiden Rusia menyebut, dalam komentar media bahwa Putin dan Trump melakukan diskusi "terus terang" selama satu jam 25 menit yang "profesional dan sangat konstruktif" soal isu-isu bilateral dan internasional terkini.

img_title Kronologi Pilot Malaysia Kepergok Bawa 25 Kg Ekstasi ke Jakarta, Upahnya Bikin Geleng Kepala

Ushakov menyebut, Putin dan Trump bahas topik penyelesaian perang Rusia-Ukraina, terlebih mengingat partisipasi Trump dalam KTT NATO mendatang di ibu kota Turki, Ankara, pada 7-8 Juli.

"Presiden AS menegaskan kembali kesediaannya untuk memfasilitasi pengakhiran permusuhan dengan cepat dan pencarian solusi damai untuk krisis tersebut," ujarnya.

img_title Kejagung Mutasi Besar-besaran! Sebanyak 90 Kajari Diganti, Kejari Jakarta Barat Punya Pimpinan Baru

Dirinya pun mencatat kalau Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, bakal melanjutkan upaya mediasi mereka dan siap mengunjungi Moskow pada waktu yang tepat.

Ushakov mengungkap, Trump menekankan selama percakapan telepon tersebut bahwa perlu mengakhiri perang dengan Ukraina "secepat mungkin" untuk mewujudkan potensi kerja sama ekonomi bilateral.

Putin menuduh Ukraina dan negara-negara Eropa "bertaruh pada perpanjangan dan bahkan peningkatan konflik," katanya, menambahkan bahwa presiden Rusia memberikan penilaian "nyata" kepada Trump tentang situasi itu.

Mengenai situasi di sekitar Iran, Ushakov mengatakan Putin menyatakan harapan bahwa proses negosiasi berdasarkan nota kesepahaman antara AS dan Iran akan menghasilkan "solusi jangka panjang yang dapat diterima bersama untuk isu-isu penyelesaian utama,"

"Putin menegaskan kembali kesiapan negaranya untuk memberikan bantuan praktis kepada upaya untuk meredakan dan menstabilkan situasi di kawasan tersebut," kata Ushakov, menambahkan bahwa Trump berterima kasih kepada rekannya atas "posisi seimbang dan usulan konstruktif" dari Rusia.

Sebelumnya pada Sabtu, 4 Juli, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa dia telah melakukan panggilan telepon dengan Trump, di mana dia mengatakan mereka membahas situasi di garis depan dengan Rusia, serta upaya diplomatik

"Ada prospek nyata untuk mengakhiri perang ini, dan tekad Amerika sangat menentukan. Kami telah sepakat untuk melanjutkan diskusi ini selama KTT NATO di Ankara," tambah Zelenskyy.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut