Pengamat Ungkap Alasan Subsidi Besar BBM dan LPG Dilakukan Pemerintah
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
VoxPop – Pemerintah memberikan subsidi besar untuk dua jenis bahan bakar minyak (BBM) yaitu Solar dan Pertalite serta LPG kemasan 3 kilogram yang pemanfaatannya untuk konsumen masyarakat bawah.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengatakan harga jual Solar dan Pertalite yang menjadi BBM Penugasan serta LPG 3 kilogram merupakan domain pemerintah.
“Untuk Pertalite kemungkinan pertimbangan karena volumenya cukup besar jadi ada kehati-hatian dari Pemerintah untuk menaikkan harganya,” katanya di Jakarta, dikutip Minggu, 10 April 2022.
Baca juga: Penerima BLT Minyak Goreng Ditambah Jadi 2,65 Juta Keluarga
Perlu diketahui, subsidi Solar saat ini sebesar Rp7.800 per liter dari harga beli masyarakat sebesar Rp5.150 per liter, Pertalite Rp4.000-Rp4.500 per liter dari harga yang diterima konsumen Rp7.650 per liter.
Sedangkan untuk LPG 3 kilogram sebesar Rp11.250 per kg atau Rp33.750 per tabung dari harga yang diterima konsumen sebesar Rp20 ribuan per tabung.
Komaidi menegaskan harga jual Solar, Pertalite dan LPG 3kg yang disubsidi pemerintah masih di bawah harga keekonomian. Harga keekonomian BBM pada tiap-tiap negara bisa berbeda.
Hal ini, lanjut dia disebabkan perbedaan pada biaya pengolahan, biaya distribusi, biaya penyimpanan, margin usaha, dan pajak BBM pada masing-masing negara.
Harga keekonomian BBM adalah harga jual BBM yang telah mengakomodasi semua variabel pembentuk harga. Adapun variabel pembentuk harga jual BBM adalah biaya bahan baku, biaya pengolahan, biaya distribusi, biaya penyimpanan, margin usaha, dan pajak.
“Kenapa, misalnya, harga BBM di Malaysia lebih murah dibandingkan Indonesia, karena subsidi yang diberikan pemerintah terhadap warganya juga berbeda,” ujarnya.
Berdasarkan data, harga BBM di Indonesia termasuk sebagai salah satu yang termurah di Regional. Harga BBM Indonesia hanya tercatat lebih tinggi dibandingkan Malaysia karena pemerintah Malaysia memberlakukan kebijakan subsidi untuk BBM yang dijual di dalam negeri mereka.
“Untuk RON 95, Malaysia menetapkan Rp6.965 per liter, Indonesia setara Rp16.500.Lebih murah ketimbang Singapura Rp30.208, Thailand Rp19.767 per liter, Filipina Rp20.828 per liter, Vietnam Rp18.647 per liter, dan Kamboja Rp20.521 per liter,” katanya.
