Arcandra Tahar Ungkap 2 Peristiwa Penting yang Bakal Menguji Harga Energi Dunia

Mantan Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VoxPop Bisnis – Dalam dua hari terakhir harga minyak dunia tercatat turun hingga mencapai 3 persen. Kondisi itu disebabkan oleh kegalauan dari permintaan minyak dari negara importir besar seperti China akibat kembali meningkatnya kasus COVID-19, di tambah dengan data peningkatan pasokan BBM yang terjadi di Amerika Serikat.

img_title Ekonom Perkirakan Inflasi Bulanan Juli 2026 Melambat ke 0,03 Persen, Cek Analisanya

Atas situasi tersebut, Mantan Menteri ESDM, Arcandra Tahar menyampaikan pendapatannya terkait beberapa peristiwa yang akan pengaruhi harga minyak dunia ke depannya, seperti dikutip VoxPop Bisnis melalui media sosial instagramnya, pada Jumat 11 November 2022.

Arcandra mengatakan krisis energi yang melanda dunia hari ini merupakan krisis multi dimensi yang tidak pernah terjadi dan terpikirkan sebelumnya. Sebab, jika melihat krisis energi yang terjadi pada 1970an hanya ada satu dimensi yang terganggu akibat suplai minyak dari timur tengah ke Amerika Serikat.

img_title HP Murah Sedang Mengalami Revolusi Besar, Performa Tinggi Kini Tidak Lagi Identik dengan Harga Mahal

Baca juga: Kekhawatiran COVID-19 China dan Peningkatan Stok BBM AS Buat Harga Minyak Anjlok Lagi

Dengan demikian, pada waktu itu AS mengatasinya dengan sederhana yaitu mengurangi ketergantungan impor minyak dengan cara melakukan eksplorasi dan produksi minyak di dalam negeri sendiri. Dan upaya itu berjalan baik dengan naiknya produksi minyak di AS, bahkan saat ini lebih besar dari produksi minyak dari Arab Saudi.

img_title Wamen ESDM Pastikan Pasokan BBM B50 di Tapanuli Selatan Lancar

Tapi, situasi tersebut tentunya jauh berbeda dengan kondisi yang terjadi saat ini, di mana krisis energi menjalar ke masalah gas alam, batu bara, kelistrikan dan pangan. Belum lagi isu perubahan iklim yang juga erat kaitannya dengan krisis energi saat ini.

“Kerumitan inilah yang sedang melanda dunia setelah optimisme akan terkendalinya wabah COVID-19 menampakan titik terang,” ungkap Arcandra.

Peta Pipa Jalur Gas Rusia ke Eropa.

Photo :
  • Instagram @arcandra.tahar

Saat ini, krisis itu terjadi dibanyak negara di Eropa. Salah satu faktor utama dari krisis Eropa adalah suplai gas yang tidak mencukupi kebutuhan selama musim dingin akibat perang Rusia dan Ukraina.

Ditambah lagi, embargo terhadap komoditas energi dari Rusia yang dilakukan oleh negara-negara Barat, berbalik arah menjadi sebuah krisis energi yang melanda Eropa.

Dan atas keputusan eropa itu, beberapa negara justru menghidupkan kembali PLTU dan memperpanjang masa pengoperasian PLTN yang semula dijadwalkan untuk pensiun padahal jelas hal itu mengganggu isu perubahan iklim.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut