Hari Kebebasan Pers Dunia, Jurnalis Makin Terancam

Aktivitas fotografer atau pewarta foto
Sumber :
  • REUTERS/Suzanne Plunkett

VoxPop – Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres meminta para pemerintah di berbagai negara lebih menunjukkan tanggung jawab dalam melindungi kebebasan pers di negaranya masing-masing. Hal itu disebutkannya dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia yang jatuh setiap tanggal 3 Mei, tepat pada hari ini.

img_title Jurnalisme vs Konten AI, Begini Kata Nezar Patria

Dikutip dari Aljazeera, pemerintah perlu melindungi pekerjaan jurnalis karena wartawan melakukan tugasnya demi kepentingan publik. Dalam melakukan pekerjaannya, mereka berisiko terkena bahaya.

Disebutkan antara lain bahwa ada 10 jurnalis di Afghanistan tewas dalam ledakan di negara itu belum lama ini sebagaimana dikutip laman BBC. Bahkan para wartawan itu ditengarai memang dibunuh dengan sengaja oleh kelompok ISIS.

img_title Kapasitas Platform Digital Terhadap Perpres 32/2024 Rendah

Sementara itu, Reporters Without Borders juga sudah merilis level kebebasan pers di dunia yang memasukkan 180 negara di dalamnya. Disebutkan dari data mereka, banyak ancaman yang makin serius yang menyasar tugas jurnalis.

Sementara itu, para pimpinan politik semakin lama makin tak sadar bahwa jurnalis adalah bagian dari pilar demokrasi.

img_title KTP2JB Nilai X dan Snack Video Tak Patuhi Aturan untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

Dibanding tahun lalu, negara Amerika Serikat, Filipina, dan Hungaria disebutkan mengalami penurunan peringkat kebebasan persnya. Hal tersebut tak terlepas dari penguasa kini pemerintahan AS yaitu Presiden Donald Trump.

Ilustrasi jurnalis sedang meliput berita.

Ringkasan Mesin Vs Jurnalisme Manusia, Ini Kata Wamenkomdigi

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria memastikan negara hadir dalam menjaga ekosistem informasi publik dan menjaga jurnalisme berkualitas.

img_title
VoxPop.co.id
10 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut