Al Salbi 'The Destroyer' Pemimpin ISIS yang Baru, Kejam dan Brutal
- Alarabiya
Serangan itu merupakan pukulan telak bagi ISIS yang sudah kehilangan daerah kekuasaan di Suriah dan Irak. Selain itu, mereka juga mengalami serangkaian kekalahan dari pasukan koalisi AS, Suriah dan Irak.
Banyak anggota ISIS yang melarikan diri ke Utara-Barat Suriah setelah daerah mereka digempur habis-habisan. Sedangkan yang lain kabur ke gurun di Suriah dan Irak. Dalam melakukan pencarian terhadap Salbi, intelijen mengarah ke Turki. Negara di mana saudara Salbi, Adel bekerja di salah satu partai politik. Keduanya diketahui melakukan kontak hingga bulan Oktober.
Hingga kini belum diketahui lokasi keberadaan Salbi, tapi diduga dia bersembunyi di salah satu kota di Mosul Barat. Meski ISIS sudah digulingkan dari markas terakhir mereka di Suriah pada Maret 2019, pemerintah Kurdi telah memperingatkan bahwa mereka akan menyerang kembali.
Salah satu pejabat Kurdi memberikan keterangan pada The Guardian, "Kami melihat kenaikan jumlah serangan yang signifikan sejak pertengahan tahun lalu. Di mana grafiknya bergerak ke arah utara." Mereka sedang menyelidiki 60 serangan dalam sebulan lewat pembunuhan, bom di jalan serta serangan terhadap pasukan Irak.
Diyakini jaringan ISIS di daerah terpencil masih kuat. Terlebih anggota ISIS di Irak masih menerima upah bulanan dan latihan di gunung terpencil. Jaringan tersebut membuat ISIS masih bertahan meski kekuatan militer mereka sudah dikalahkan.
